news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rapat Kerja Komisi III DPR dengan BNN RI, Selasa (3/2/2026)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Paradoks Pemberantasan Narkoba di Indonesia: Operasi BNN Meningkat, Jaringan Justru Semakin Kuat

Meski operasi penindakan semakin tinggi, namun jaringan narkoba justru dinilai semakin kuat dan meluas, termasuk melibatkan sindikat internasional serta jaringan di lapas.
Selasa, 3 Februari 2026 - 16:41 WIB
Reporter:
Editor :

“Sedangkan dengan gaya hidup anak muda sekarang sudah mengalami pergeseran, biasanya di nightclub sekarang di padel lari itu hal positif sebenarnya. Tapi di luar itu jenis-jenis narkoba yang masuk itu lebih kreatif dan lebih bermacam-macam caranya,” katanya.

Ia bahkan menceritakan adanya anggapan keliru di masyarakat terkait Whip Pink.

 

“Ada cerita lucu teman-teman, tanya anak-anak ini apa? Ini buat praktikum bikin kue. Padahal baru kebongkar ternyata Whip Pink memang betul buat bikin kue, gas ketawa lah, tapi baru viral sekarang,” ucapnya.

Menurut Abdullah, kondisi ini menuntut dukungan anggaran yang memadai agar upaya pemberantasan narkoba berjalan efektif dan tidak setengah-setengah.

“Ketika butuh anggaran pegangannya harus jelas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya mewakili PKB sangat mendorong, apalagi anggaran hanya segini kalau bisa lebihin lagi pak,” katanya.

Ia menegaskan, peredaran narkoba saat ini menjadi ancaman serius bagi kualitas generasi muda Indonesia.

“Karena memang secara sistematis generasi muda kita lagi diserang, men-downgrade kecerdasan bangsa dengan narkoba,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto memaparkan capaian kinerja lembaganya sepanjang 2025.

Ia menyebut BNN telah mengungkap 773 kasus tindak pidana narkoba dan psikotropika, termasuk membongkar 63 jaringan peredaran terorganisir.

“Capaian di bidang pemberantasan yaitu pertama kami telah mengungkap 773 kasus tindak pidana narkoba dan psikotropika, termasuk di dalamnya membongkar 63 jaringan peredaran terorganisir yang terdiri dari 56 jaringan sindikat narkotika nasional dan 7 jaringan sindikat internasional,” ujar Suyudi.

Dari pengungkapan tersebut, BNN mengamankan 1.214 tersangka dan menyita berbagai barang bukti narkotika dalam jumlah besar.

“BNN telah menyita sejumlah barang bukti narkotika di antaranya sabu seberat 4,01 ton, 2,19 ton ganja, 2,06 ton ganja sintesis, pil ekstasi sebanyak 365 ribu butir, kokain seberat 4,7 kilogram serta ketamin seberat 1,2 ton,” terang Suyudi.

Selain itu, BNN juga memusnahkan ladang ganja di berbagai wilayah.

“BNN juga telah memusnahkan 12,78 hektare ladang ganja pada 14 operasi dengan berat tanaman ganja basah mencapai 109,8 ton atau 224.500 batang,” pungkasnya. (rpi/rpi)

Berita Terkait

1 2
3
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:43
16:23
04:15
50:38
04:41
10:49

Viral