news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Drama OJK dan Efek Domino ke IHSG, Analis Ungkap Akar Masalah Bukan Sekadar Teknis.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

IHSG Dibuka Menghijau saat Mayoritas Bursa Asia Menguat dan Wall Street Melemah

IHSG dibuka menguat 21 poin atau 0,26 persen di level 8.152 pada pembukaan perdagangan Rabu, 11 Februari 2026.
Rabu, 11 Februari 2026 - 09:55 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - IHSG dibuka menguat 21 poin atau 0,26 persen di level 8.152 pada pembukaan perdagangan Rabu, 11 Februari 2026.

Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jika berhasil break resistance di 8.150," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 11 Februari 2026..

Bursa Asia sebagian besar naik pada perdagangan Selasa kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,28 persen, disusul indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,58 persen, Taiex Taiwan melesat 2,06 persen dan Kospi Korea Selatan naik 0,07 persen.

Sementara itu, indeks ASX 200 Australia melemah 0,03 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,07 persen dan FTSE Malay KLCI berkurang 0,21 persen.

Bursa saham Nikkei Jepang kembali rally dan naik lebih dari 2 persen pada perdagangan kemarin, dengan investor masih mencermati kemenangan telak Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi dalam pemilihan umum hari Minggu, 8 Februari 2026.

Saham dengan kenaikan persentase terbesar di indeks Nikkei adalah ORIX, yang melonjak 6,3 persen, diikuti oleh Kyowa Kirin naik 6,2 persen dan saham IHI naik 6,1 persen.

Kemenangan telak Takaichi memberinya mandat yang kuat untuk mendorong pengeluaran besar dan pengurangan pajak. Pada hari Senin, perdana menteri memperbarui janjinya untuk menangguhkan pajak penjualan 8 persen atas makanan selama dua tahun.

"Support IHSG berada di level 8.020-8.050 sementara resist IHSG di rentang 8.150-8.250," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham utama Wall Street mayoritas melemah pada perdagangan Selasa kemarin, dengan S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi setelah data penjualan ritel AS melemah dari perkiraan. Selain itu, kekhawatiran investor terhadap dampak kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap sektor keuangan turut membebani pasar.

Indeks S&P 500 turun 0,33 persen, Nasdaq Composite melemah 0,59 persen, Sedangkan Dow Jones Industrial Average justru menguat 0,10 persen. Di sisi emiten, saham Costco turun lebih dari 2 persen, dan Walmart melemah lebih dari 1 persen.

Pelemahan tersebut terjadi setelah laporan terbaru menunjukkan penjualan ritel AS pada Desember 2025 stagnan, meleset dari ekspektasi kenaikan 0,4 persen secara month-to-month (mtm). Pelaku pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan utama AS pada Rabu, 11 Februari 2026, disusul data inflasi Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) pada Jumat, 13 Februari 2026.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:26
01:07
01:15
01:56
01:13
05:12

Viral