IHSG Masih Terjun, Menkeu Purbaya: Saran Saya Serok ke Bawah, Fondasi Ekonomi Masih Bagus
- tvOnenews - Abdul Gani Siregar
Bogor, tvOnenews.com - Pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Senin (2/2/2026) tidak membuat pemerintah panik.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, justru menilai gejolak pasar sebagai dinamika wajar yang dipicu faktor ketidakpastian sementara, terutama terkait pergantian pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, merespons pertanyaan soal pergerakan IHSG yang berlawanan dengan optimisme sebelumnya.
“Biar aja sih, abis naik turun-naik turun tuh, kan ada pergantian baru lagi kan?” kata Purbaya.
Ia menjelaskan, pasar saat ini masih berada dalam fase wait and see menyusul perubahan di jajaran OJK. Ketidakpastian mengenai siapa yang akan memimpin lembaga pengawas sektor keuangan tersebut dinilai turut membebani sentimen investor.
“Pergantian ketua OJK-nya, mungkin market masih menunggu. Ini kan masih sementara kan, siapa ketua OJK-nya, mungkin masih menunggu ketidakpastian itu,” ujarnya.
Meski IHSG sempat tertekan cukup dalam, Purbaya menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional tetap solid dan tidak mengalami perubahan fundamental. Karena itu, ia justru melihat koreksi pasar sebagai peluang.
“Tapi harusnya kalau saya sih, saya akan serok ke bawah, kenapa? Fondasi ekonominya masih bagus, gak ada berubah, dan akan membaik terus ke depan,” tegas Purbaya.
Sebagai informasi, IHSG pada perdagangan Senin (2/2/2026) dibuka melemah ke level 8.306,163. Mengutip data RTI Business pukul 09.04 WIB, indeks turun 103,247 poin atau 1,24 persen.
Pergerakan IHSG berada pada rentang 8.223,868 hingga 8.313,058 dengan kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp14.838,836 triliun.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif dengan 2,091 miliar saham berpindah tangan melalui 193.472 transaksi, sementara nilai transaksi mencapai Rp1,68 triliun.
Pemerintah berharap, seiring meredanya ketidakpastian dan berjalannya agenda reformasi pasar keuangan, kepercayaan investor akan kembali menguat dan menopang pergerakan IHSG ke depan. (agr/aag)
Load more