- Istimewa
Tanggapi Potensi Perbedaan Awal Ramadhan, MUI: Saling Menghormati
Jakarta, tvOnenews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan di Indonesia.
Menurut Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, potensi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan merupakan bagian dari dinamika ijtihad.
Menurut dia, hal ini menunjukkan kematangan tradisi keilmuan Islam di Tanah Air.
Perbedaan tersebut, kata dia, tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan karena masing-masing memiliki dasar metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan secara syar’i.
“Potensinya ya tetap ada dan kita hormati. Itu enggak bisa sampai akhir zaman ya. Perbedaannya tetap ada dan tidak masalah. Itu bagian dari ijtihad,” katanya, Kamis (12/2/2026).
Anwar menyebut ruang untuk berbeda dalam persoalan memang terbuka dalam Islam. Oleh karena itu, umat diminta menyikapi perbedaan tersebut dengan saling menghormati.
“Yang penting jangan sampai mengkafirkan sesama Muslim hanya karena perbedaan penetapan tanggal puasa,” terangnya.
Di tengah perbedaan tersebut, Anwar lantas menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.
Menurut Anwar, persatuan umat dan persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas.
Meski begitu, sambung dia, apabila masih terdapat perbedaan maka tetap harus dihormati sebagai bagian dari keyakinan dan ijtihad yang diakui dalam ajaran Islam. (ant/nsi)