news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi BTS.
Sumber :
  • kominfo.go.id

Modus Baru Penipuan: Pelaku Bisa Turunkan Sinyal 4G ke 2G Lewat BTS Palsu

Modus penipuan digital lewat BTS palsu makin canggih. Pelaku bahkan disebut bisa memaksa jaringan ponsel turun dari 4G ke 2G untuk menyebarkan SMS penipuan ke masyarakat.
Jumat, 13 Februari 2026 - 06:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Modus penipuan digital lewat BTS palsu makin canggih. Pelaku bahkan disebut bisa memaksa jaringan ponsel turun dari 4G ke 2G untuk menyebarkan SMS penipuan ke masyarakat.

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin mengaku baru mendapat penjelasan detail soal pola kejahatan ini saat kunjungan kerja ke Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026) lalu.

“Tadi juga mengemuka di sini masalah yang buat saya juga baru, yaitu fake BTS terkait dengan penipuan yang marak sekali,” ujar Nurul.

Ia menjelaskan, pelaku memanfaatkan celah pada spektrum frekuensi dan menjalankan aksinya secara sistematis. Dalam sejumlah kasus, pelaku bahkan merupakan warga negara asing (WNA).

“Yang dilakukan banyak sekali oleh warga negara asing,” ungkapnya.

Modusnya terbilang canggih. Pelaku bisa mengganggu jaringan seluler dengan menurunkan kualitas sinyal secara paksa.

“Mereka bisa ngejamming frekuensi dari 4G menjadi turun ke 2G, lalu menyebarkan SMS penipuan. Setelah itu di-upload lagi ke 4G sehingga bisa terkoneksi kembali,” jelas Nurul.

Korban yang lengah dan mengklik tautan dalam SMS tersebut berisiko kehilangan data pribadi. Data itu kemudian dapat dimanfaatkan untuk kejahatan lanjutan.

“Ini bisa menyebabkan penipuan secara sistem karena gerak-geriknya sangat profesional,” tegasnya.

Menurut Politisi Partai Golkar itu, pola ini menunjukkan kejahatan digital kini semakin terorganisir dan memanfaatkan teknologi tinggi. Negara, kata dia, tidak boleh kalah canggih.

“Artinya negara juga harus punya kemampuan yang seimbang untuk melindungi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan sektor perbankan turut terdampak dan bahkan meminta dukungan teknologi untuk membantu investigasi kasus penipuan berbasis BTS palsu tersebut.

Nurul menekankan perlunya penguatan alat dan perangkat canggih agar aparat mampu mengimbangi kemampuan para pelaku kejahatan siber yang terus berkembang.(rpi/raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

12:48
09:44
01:10
25:37
04:53
06:20

Viral