- Youtube Setpres
Prabowo Curhat Dituding Hamburkan Uang Untuk MBG: Ini Hasil Efisiensi Anggaran, Kalau Tidak Bakal Dikorupsi
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, curhat dituding menghamburkan uang negara untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), saat peresmian 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), 18 Gudang Ketahanan Pangan, serta groundbreaking 107 SPPG Polri di Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026)
Ia menegaskan kebijakan pemberian makan bergizi bukan eksperimen baru, melainkan program yang telah lama dijalankan banyak negara.
“Ini sudah dilaksanakan oleh lebih dari 75 negara, kita mungkin negara ke 76 atau ke 77. Dan saya lihat waktu itu, negara-negara yang persis seperti kita, yang per kapita PDB adalah bahkan lebih rendah dari kita, setengah dari Indonesia. India itu adalah setengah pdbnya, setengah per kapita dari kita, berani memberi makan gratis untuk 800 juta rakyat mereka,” jelas dia.
Prabowo menambahkan, program serupa di India bahkan telah berlangsung lama dan memiliki landasan hukum kuat.
“Dan sudah berjalan 10 tahun lebih, bahkan kalau tidak salah sudah menjadi uu, dan kalau tidak salah sudah dimasukan di amandemen konstitusi mereka. Karena itu, kita laksanakan program (MBG) ini,” tuturnya.
Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka mengungkap dirinya menghadapi kampanye penolakan terhadap program unggulannya tersebut.
“Ya kita hadapi kampanye luar biasa. Menjelek-jelekan, mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang, padahal saudara-saudara uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya yakin, kalau tidak kita hemat uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabiskan-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi,” tegas dia.
Ia menyebut anggaran MBG justru berasal dari pemangkasan belanja pemerintah yang dinilai tidak produktif.
“Budaya menghabiskan anggaran, budaya menggelembungkan anggaran, budaya melaksanakan kegiatan yang tidak produktif, tidak ada manfaat bagi bangsa dan rakyat, itu terus dilaksanakan,” ungkap dia.
Prabowo bahkan menyinggung praktik kegiatan seremonial pemerintah yang menurutnya tidak memberi manfaat langsung ke masyarakat.
“Rapat-rapat di hotel luar kota, seminar-seminar, konferensi-konferensi, kunjungan-kunjungan yang tidak bermanfaat, rakyat ditipu, rakyat dibohongi. Ini yang kita hemat, uang ini yang kita alihkan untuk hal-hal seperti ini,” singgungnya.