- istimewa - istock photo
Polisi Beberkan Hasil Forensik Bocah SD di Demak Akhiri Hidupnya Usai Dimaki Sang Ibu
Dari tangkapan layar itu, kata dia, erlihat sejumlah kata kasar yang dikirimkan kepada korban. Saat membagikan gambar itu, korban juga menuliskan keterangan, "Di balik tawa gua disisi lain aku juga cape".
Kemudian, Iptu Anggah juga menceritakan kronologi bocah SD itu akhiri hidupnya.
Kata dia, insiden tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban. Berdasarkan rekaman kamera pengawas, ibu korban pulang ke rumah pada pukul 18.01 WIB.
"Berdasarkan rekaman CCTV, ibu korban naik mobil pulang ke rumah. Lalu masuk ke rumah pukul 18.01 WIB," cerita Iptu Anggah.
Tak lama setelah masuk, jelasnya, sang ibu mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung. Ia kemudian keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan.
"Jam 18.03 WIB, ibu korban keluar dan berteriak. Jadi ibu korban ini yang pertama mengetahui anaknya gantung diri," kata Anggah.
Warga yang mendengar teriakan tersebut, kata dia, segera berdatangan. Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil milik ibunya yang dikemudikan tetangga, sementara sang ibu menyusul dengan sepeda motor.
"Dibawa ke rumah Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil ibunya yang dikemudikan oleh tetangganya. Ibu korban mengikutinya dengan menggunakan sepeda motor," beber Anggah. (aag)