- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Tingkat Kepuasan Warga Terhadap Gubernur Jabar KDM Capai 95,5 Persen, Indikator: Jarang Sekali Ada Kepala Daerah Seperti Ini
“Jarang sekali ada kepala daerah dengan approval rating di atas 90 persen. Ini bisa jadi rekor nasional, tetapi juga perlu diwaspadai. Jangan sampai muncul kultus politik yang tidak berbasis penilaian rasional,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga rasionalitas birokrasi dan kepemimpinan.
Gubernur diharapkan tidak terlena dengan angka tinggi tersebut, melainkan membuka ruang kritik dan masukan publik, terutama pada sektor-sektor yang masih lemah.
“Beliau bukan nabi, bukan superman. Justru dengan angka tinggi ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasionalitas politik dan memperbaiki sektor yang masih rendah, khususnya ekonomi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan, tingginya tingkat kepuasan di Jawa Barat disebut turut berdampak pada tingkat popularitas nasional.
Dalam survei nasional Indikator yang dirilis November 2025, nama Dedi Mulyadi muncul sebagai bakal calon presiden dengan elektabilitas tertinggi kedua.
Fenomena ini disebut sejalan dengan pola politik nasional sebelumnya, di mana kepala daerah yang kuat di wilayahnya kerap terdorong ke panggung nasional.
"Contohnya, Joko Widodo yang mencuat setelah memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2012, kemudian menjadi Presiden RI. Hal serupa terjadi pada Anies Baswedan usai memenangkan Pilkada Jakarta 2017, serta Ganjar Pranowo saat menjabat Gubernur Jawa Tengah," katanya.
Dalam simulasi nasional tersebut, KDM berada di posisi kedua, dengan selisih cukup signifikan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto. Namun tetap unggul dibanding banyak gubernur lain di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
“Umumnya tokoh yang kuat secara nasional adalah mereka yang jago di kandangnya sendiri. Tidak mungkin dilirik secara nasional kalau di daerahnya sendiri kedodoran,” katanya. (cepi/dpi)