news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ILUSTRASI - Kampus UGM.
Sumber :
  • UGM

Fakta-Fakta Ketua BEM UGM Jadi Sasaran Teror: Bermula dari Bersurat ke UNICEF, Dapat Pesan Misterius dari Nomor +44 hingga Istana Beri Tanggapan

Inilah fakta-fakta terkait Ketua BEM UGM yang menjadi sasaran teror. Teror ini diduga bermula dari Ketua BEM UGM yang bersurat ke UNICEF.
Kamis, 19 Februari 2026 - 09:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Inilah fakta-fakta terkait Ketua BEM UGM yang menjadi sasaran teror. Teror ini diduga bermula dari Ketua BEM UGM yang bersurat ke UNICEF.

Setelah itu, dia mengaku mendapatkan serangkaian teror. Pihak Istana pun sampai buka suara terkait peristiwa ini. 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah fakta-fakta terkait Ketua BEM UGM yang menjadi sasaran teror:

Ketua BEM UGM Bersurat ke UNICEF

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto disebut-sebut menerima serangkaian teror usai bersurat ke UNICEF terkait hak-hak pendidikan menyusul tragedi anak SD berusia 10 tahun bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena tak mampu membeli alat tulis seharga Rp10 ribu. 

Dia disebut-sebut menulis: “What kind of world do we live in when a child loses his life because he cannot afford a pen and a book?”.

Selain itu, Tiyo juga disebut-sebut mengkritik pemerintah. 

Dikirim Pesan dari Nomor Kode Negara +44

Tiyo mengatakan dia menerima pesan-pesan WhatsApp dari sedikitnya enam nomor misterius berkode +44 yang merupakan kode negara Inggris Raya. 

“Agen asing. Jangan cari panggung jual narasi sampah,” demikian salah satu bunyi pesan yang diterima Tiyo.

Tiyo juga mengaku mendapatkan serangan di media sosialnya seperti Facebook, X, Instagram hingga TikTok. 

“Mereka juga membuat konten yang kemudian dikirimkan ke saya dalam bentuk gambar 'Awas LGBT di UGM' dengan foto saya. Bahkan, ada konten pembunuhan karakter yang foto saya itu di-generate oleh AI dengan tulisan bahwa 'Tiyo ini adalah langganan. Tiyo ini suka menyewa LC karaoke',” katanya dikutip pada Kamis (19/2/2026). 

Bahkan, ibu Tiyo menerima pesan yang menyebutkan bahwa anaknya nilep dana kampus. 

Diancam Diculik dan Diikuti

Tiyo mengaku mendapatkan teror berupa ancaman penculikan. Dia mendapatkan pesan itu secara konsisten pada periode 9-11 Februari 2026.

Tiyo juga mengaku dibuntuti dua pria tak dikenal di sebuah kedai pada Rabu (11/2/2026). Menurut dia, dua pria itu mengambil foto-fotonya dari kejauhan. 

Tiyo Tidak Takut 

Tiyo menegaskan tidak akan menunjukkan rasa takut akan aksi teror ini. 

“Cahaya itu telah menerangi gulita teror dan bahaya yang saya, keluarga dan pengurus BEM UGM alami. Kita buat setiap teror itu gagal dengan tetap berdiri tegak dan kepala mendongkak,” tulisnya di Instagram pribadinya. 

“Soal teror dan ancaman yang saya, keluarga dan pengurus BEM terima, kami sudah komunikasikan dengan LPSK, KIKA dan kampus untuk tindak lanjutnya,” sambungnya. 

Istana Buka Suara

Terkait hal ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut penyampaian kritik oleh mahasiswa merupakan hal yang sah.

Akan tetapi, kata dia, perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan etika dan adab.

"Menyampaikan kritik atau masukan itu selalu kami sampaikan bahwa itu sah-sah saja. Tetapi tentu kita mengimbau kepada semuanya ya untuk menyampaikan segala sesuatu itu dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan etika, adab. Adab-adab ketimuran gitu loh," kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Rabu (18/2/2026). 

Terkait dugaan teror termasuk adanya ancaman melalui pesan hingga terhadap anggota keluarga Ketua BEM UGM, Prasetyo menyebutkan bahwa hal tersebut akan dicek lebih lanjut.

"Nanti kita cek," pungkasnya. (nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:53
03:19
03:37
06:06
16:30
07:29

Viral