- pexels.com/Antonius Ferret
Ahli Gizi Peringatkan Bahaya Tersembunyi Jika Malas Makan Sayur Saat Sahur dan Buka Puasa
Jakarta, tvOnenews.com - Menjalankan ibadah puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan nutrisi agar tubuh tetap sehat.
Salah satu masalah yang kerap menghantui orang yang berpuasa adalah gangguan pencernaan, yang sering kali dipicu oleh kurangnya asupan serat.
Ahli gizi kenamaan, Dr. Rita Ramayulis, mengingatkan bahwa perubahan pola makan selama Ramadhan sering kali membuat orang tanpa sadar mengurangi konsumsi sayur dan buah.
Padahal, serat memegang peranan kunci dalam menjaga kenyamanan perut selama berpuasa.
"Yang paling sering terjadi saat asupan serat kurang itu sembelit. Banyak orang puasa mengalami sembelit dan perut tidak nyaman karena seratnya tidak cukup," ungkap Rita, Rabu (18/2).
Dosen di Universitas Faletehan Serang ini menjelaskan bahwa ketika tubuh kekurangan serat, pergerakan usus akan melambat secara signifikan.
Akibatnya, proses pembuangan sisa makanan menjadi terhambat, yang memicu rasa tidak nyaman di area perut.
Jika kebiasaan ini dibiarkan terus-menerus selama sebulan penuh, risikonya tidak main-main. Sembelit yang berkepanjangan dapat memicu peradangan pada saluran cerna dan meningkatkan risiko terkena hemoroid atau ambeien.
Tak hanya soal pencernaan, Rita juga menyoroti dampak serat terhadap kesehatan metabolik.
Tanpa serat yang cukup, tubuh akan kesulitan mengontrol penyerapan zat gizi secara optimal. Dampaknya, kadar gula darah dan lemak dalam darah bisa melonjak tidak terkendali.
Kaitan Serat dengan Kesehatan Mental
Satu fakta menarik yang jarang disadari masyarakat adalah hubungan antara perut dan otak.
Serat berperan sebagai sumber makanan bagi mikrobiota atau bakteri baik di dalam usus. Jika bakteri ini kekurangan "makanan", maka keragamannya akan menurun, yang ternyata berdampak pada kondisi psikologis seseorang.
"Kesehatan mikrobiota usus juga berkaitan dengan kesehatan mental. Jadi kalau asupan serat kurang, efeknya tidak hanya ke pencernaan, tapi bisa berdampak lebih luas," jelas Rita.
Menu Wajib di Meja Makan
Agar ibadah puasa tetap berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan, Dr. Rita sangat menekankan pentingnya strategi makan yang tepat.
Ia menyarankan agar setiap menu sahur dan berbuka puasa wajib menyertakan sumber serat alami.
Masyarakat diimbau untuk konsisten mengonsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, hingga biji-bijian.
Dengan terpenuhinya kebutuhan serat harian, pencernaan akan tetap aktif, metabolisme terjaga, dan kesehatan mental pun tetap stabil selama bulan suci Ramadhan. (ant/dpi)