- Tangkapan layar YouTube Abraham Samad/tvOnenews
Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik MBG, Rocky Gerung Cium Kemungkinan Pelakunya: Bukan Presiden Prabowo
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat politik, Rocky Gerung ikut menyoroti teror yang didapatkan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto usai mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di saat banyak yang menduga pelaku teror adalah dari pemerintah mewakili Presiden Prabowo Subianto, Rocky menilai hal itu tidak mungkin terjadi.
"Saya enggak percaya itu yang ngancam adalah Presiden, enggak mungkin Presiden Prabowo mengancam itu," kata dia, dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Minggu (22/2/2026).
Sebaliknya, dirinya menduga kuat bahwa pelaku teror adalah orang yang sengaja ingin memanfaatkan situasi yang tengah panas ini. Ia menjelaskan pelakunya kemungkinan adalah fifth column atau kolone kelima.
"Bahwa di belakang itu banyak the fifth column atau kolone kelima, kalau istilah inteljien, artinya kolone kelima yang mau mengambil keuntungan dengan menyebar teror pada si Ketua BEM ini," ujarnya menambahkan.
Adapun diketahui, kolone kelima bisa disebut sebagai pihak atau kelompok yang biasanya sengaja melakukan sabotase dan menyebarkan disinformasi untuk mengganggu.
Menurut Rocky, teror yang didapatkan oleh Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto lebih mungkin dilakukan oleh kelompok kolone kelima tersebut, daripada dilakukan oleh pemerintah.
Sebaliknya, ahli filsafat UI ini mengatakan pemerintah justru menegaskan bahwa kritik adalah bagian dari hak berdemokrasi.
Jangan sampai kritik yang disampaikan Ketua BEM UGM membuat panik dan dihadapi secara tegang oleh pemerintah. Hal ini justru akan semakin merugikan.
"Jadi kalau pemerintah Presiden Prabowo terlalu kuping tipis, maka itu justru umpan yang sedang ditunggu oleh kalangan oposisi. Tapi kalau ini kemudian diterangkan sebagai hak berdemokrasi, ya selesai kan. Jadi pemerintah enggak usah terlalu tegang menghadapi ini," katanya menegaskan.
Ia pun beranggapan bahwa kritik yang dilayangkan mahasiswa tidak berkaitan dengan makar atau kebencian personal. Rocky menilai yang diucapkan oleh Tiyo terkait kebijakan pemerintah benar adanya.
Namun, hal ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak lain yang ingin mengambil keuntungan dari krisis politik yang tengah terjadi. Ia menegaskan, inilah yang harus diwaspadai pemerintah.
Malah, lanjut dia, kemungkinan ada pihak lain yang sengaja membuat situasi panas dan mendorong agar Ketua BEM UGM makin diserang bahkan secara fisik melalui teror.
"Saya kira yang membuat tegang itu justru ada pihak lain yang ingin ngompori supaya si Ketua BEM ini ditangkap, ingin ngompori supaya si Ketua BEM ini dianiaya," katanya lagi.
Sebelumnya diberitakan, BEM UGM mengirimkan surat kepada UNICEF meminta supaya program MBG dihentikan. Hal ini juga dihubungkan dengan kematian siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT beberapa waktu lalu.
BEM UGM beranggapan bahwa kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan hanya berimajinasi. (iwh)