news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menu Makan Bergizi Gratis.
Sumber :
  • Ari Bowo-Antara

Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

BEM UGM mengirimkan surat ke UNICEF terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga siswa SD di NTT yang bunuh diri gara-gara tak mampu beli alat tulis seharga Rp10 ribu.
Senin, 23 Februari 2026 - 09:01 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirimkan surat ke United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga siswa SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bunuh diri gara-gara tak mampu beli alat tulis seharga Rp10 ribu. 

Surat yang ditandatangani Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto ini dikirimkan dan diunggah secara terbuka di Instagram @bem.ugm pada 6 Februari 2026 lalu. 

Surat itu menyoroti meninggalnya seorang siswa SD di NTT yang mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli alat tulis seharga Rp10 ribu.

BEM UGM menilai tragedi tersebut mencerminkan kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak khususnya hak pendidikan.

Selain itu, dituliskan juga di surat tersebut bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memangkas anggaran pendidikan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG)—sebuah kebijakan yang berisiko menghabiskan anggaran tinggi dan berpotensi menyebabkan keracunan makanan. 

BEM UGM pun mendesak UNICEF untuk memperkuat perannya di Indonesia dengan mendorong kebijakan perlindungan anak yang lebih kuat.

BEM UGM pun mendesak UNICEF untuk memperkuat perannya di Indonesia dengan mendorong kebijakan perlindungan anak yang lebih kuat.

“Dan yang terpenting, tolong sampaikan kepada Prabowo Subianto betapa bodohnya dirinya sebagai seorang Presiden. Kebodohannya telah melahirkan masalah-masalah mendasar yang berujung pada hilangnya nyawa tak bersalah—sebuah kejahatan yang tak termaafkan terhadap kemanusiaan,” tulisnya dalam surat. 

Terkait surat terbuka tersebut, Menteri HAM RI Natalius Pigai memberikan respons keras.

Pigai menilai makanan bergizi bagi anak-anak, dalam MBG, merupakan hal yang sudah sesuai dengan harapan UNICEF. 

“MBG adalah permintaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pendidikan bagi orang kecil, anak-anak kecil, kesehatan bagi anak-anak kecil. Makanan yang bergizi bagi anak-anak kecil adalah sesuai dengan apresiasi dan permintaan dan harapan dari UNICEF. Ya, harapan dari UNICEF," katanya, Jumat (20/2/2026). 

Menurut Pigai, program MBG selaras dengan harapan lembaga internasional seperti PBB dan UNICEF. 

Lantas, Menteri HAM mempertanyakan surat BEM UGM kepada UNICEF soal MBG itu. 

“Oleh karena itu, tidak bisa meminta UNICEF menghentikan. Gimana programnya PBB Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin. Karena itu keinginan PBB. Prabowo dan Gibran melaksanakan amanat rakyat sejalan dengan PBB," ujarnya. 

Menurut Pigai, siapa pun yang ingin menghapus program MBG berarti melawan prinsip HAM.

“Orang yang mau meniadakan MBG, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih adalah orang yang menentang hak asasi manusia,” tegasnya. (rpi/nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral