news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Polda Aceh Kawal Percepatan Pemulihan Warga Pasca Bencana.
Sumber :
  • Istimewa

Polda Aceh Kawal Percepatan Pemulihan Warga Pasca Bencana

Polda Aceh turut mengambil peran aktif dalam mengawal proses pemulihan secara menyeluruh mulai dari pembangunan hunian tetap hingga pemulihan konektivitas ekonomi warga pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Rabu, 25 Februari 2026 - 03:09 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polda Aceh turut mengambil peran aktif dalam mengawal proses pemulihan secara menyeluruh mulai dari pembangunan hunian tetap hingga pemulihan konektivitas ekonomi warga pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Kapolda Aceh, Irjen Marzuki Ali Basyah menegaskan pemulihan pasca bencana harus memastikan masyarakat benar-benar kembali hidup aman, produktif, dan bermartabat. 

“Pemulihan tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Yang paling penting adalah mengembalikan rasa aman, aktivitas ekonomi, dan harapan masyarakat,” kata Marzuki kepada awak media, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Marzuki menjelaskan telah terlibat aktif mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi sejak fase tanggapan darurat bencana.

Ia menekankan kehadiran pihaknya bukan hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga memastikan percepatan pembangunan diantaranya hunian tetap (huntap) bagi warga.

“Dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Polri tidak hanya berperan sebagai pengaman proyek pembangunan, tetapi juga sebagai pengawal proses pemulihan agar berjalan transparan, tertib, dan tepat sasaran. Tujuannya bukan sekadar membangun kembali fisik wilayah terdampak, tetapi memastikan masyarakat benar-benar pulih dan bangkit lebih kuat,” katanya.

Marzuki menuturkan pihaknya melakukan percepatan pembangunan Huntap di Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. 

Menurutnya proyek ini menjadi simbol kehadiran negara dalam memastikan warga terdampak segera menempati hunian permanen.

“Pada tahap I sudah dibangun sebanyak 150 unit, dengan tipe Type 36 model Prycast dan Ruspin. Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan selesai pada bulan Mei untuk segera diserahterimakan langsung Bapak Kapolri kepada warga,” ucap Marzuki.

“Tantangan terbesar di lapangan meliputi faktor cuaca yang tidak menentu, distribusi material, serta koordinasi antarinstansi. Polda Aceh memastikan hambatan tersebut tidak mengganggu target penyelesaian melalui pengawalan distribusi material, monitoring langsung, dan evaluasi berkala,” sambungnya.

Selain hunian, Marzuki mengatakan pihaknya turut serta berperan dalam pemulihan konektivitas menjadi prioritas strategis.

Infrastruktur jembatan dinilai krusial untuk menghidupkan kembali mobilitas warga serta mempercepat perputaran ekonomi.

“Hingga saat ini, Polri telah membangun 26 unit jembatan, terdiri dari 4 jembatan Bailey, 13 jembatan kayu, dan 9 jembatan gantung. Sebanyak 22 unit telah selesai, 3 unit masih dalam proses pembangunan, dan 1 unit dalam tahap perencanaan. Di Kabupaten Aceh Utara, progres pembangunan jembatan Bailey di Desa Lhok Cut telah mencapai sekitar 50 persen, sementara di Desa Riseh Tunong sekitar 35 persen,” paparnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:30
02:18
02:01
01:20
05:27
04:09

Viral