Relawan dan Kader Ikuti Edukasi Pemenuhan Gizi Anak dan Ibu Hamil Pasca Bencana
- Tim tvOne/Ilham Zulfikar
Jakarta, tvOnenews.com - Kelompok ibu hamil, balita, dan lansia terbilang memiliki kerentanan pembunuhan gizi saat ataupun pasca terjadinya bencana alam.
Dalam upaya mendorong pemulihan gizi bagi kelompok rentan tersebut, Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah bersama mitra melangsung kegiatan edukasi bagi kader maupun relawan di wilayah pasca bencana Sumatera-Aceh.
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Budi Setiawan mengatakanl bantuan bagi korban bencana harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang tepat.
- Istimewa
“Kelompok rentan yang setiap harinya diberikan asupan instan seperti kental manis dapat mengalami gangguan kesehatan yang serius di masa mendatang,” kata Budi, Selasa (14/4/2026).
Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tria Astika Endah Permatasari turut membenarkan hal tersebut.
Menurutnya konsumsi produk tinggi gula secara berulang dapat merusak pola makan alami anak.
Ia mengingatkan nutrisi balita harus ditingkatkan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan baru di pengungsian pasca bencana.
“Kandungan gula yang mencapai 5–10 gram per 100 ml dalam sekali minum kental manis seduh sudah sangat berisiko bagi tubuh,” jelas Tria.
Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Warsiti, menekankan bahwa gizi sering kali menjadi hal yang terlupakan dalam penanganan bencana.
Semestinya hal tersebut tak perlu terjadi mengingat gizi adalah kunci utama pemulihan para penyintas.
"Melalui kolaborasi YAICI, Makes PP ‘Aisyiyah, dan Rangkul Foundation, para kader dan relawan kini dibekali panduan penanganan gizi anak pasca bencana. Ini adalah langkah nyata untuk kesehatan masyarakat," pungkasnya.(raa)
Load more