- Idris Tajannang-tvOne
Terpopuler News: Menantu Perkosa Mertua Jelang Sahur, hingga Tanggapan Kemenkum Terhadap Anak Dwi Sasetyaningtyas
tvOnenews.com - Kabar mengenai seorang menantu berani perkosa ibu mertuanya di Kecamatan Palangga, Gowa, Sulawesi Selatan saat menjelang sahur.
Hingga tanggapan Kementerian Hukum (Kemenkum) mengenai status kewarganegaraan anak Dwi Sasetyaningtyas, alumni penerima beasiswa LPDP.
Informasi berikut merupakan News terpopuler di tvOnenews.com pada Jumat, (27/2/2026). Simak informasinya berikut ini.
- Idris Tajannang-tvOne
Menantu Perkosa Ibu Mertua
Seorang menantu berani memperkosa ibu mertua di Kecamatan Palangga, Gowa, Sulawesi Selatan saat menjelang waktu sahur.
Tim Resmob Satreskrim Polres Gowa bersama Unit Kamneg Sat Intelkam Polres Gowa berhasil ringkus terduga pelaku, pria berinisial SA (44).
SA diduga melakukan tindak kekerasan seksual atau pemerkosaan terhadap ibu mertuanya sendiri berinisial HA (49).
Pelaku mengaku tak mampu menahan nafsu birahinya terhadap ibu mertuanya sendiri yang terpaut usia lima tahun dengannya. Sehingga pelaku berani melakukan pemerkosaan.
Aksi bejatnya dilakukan saat ibu mertua sedang tertidur di dalam kamar. Kemudian ia mengendap masuk ke dalam kamar mertua dan memaksa korban berhubungan badan.
“Dari pengakuan sementara, pelaku mengakui telah melakukan perbuatan tersebut ketika korban sedang tertidur. Saat ini kami masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian,” ungkap Pelaksana Tugas Kasat Reskrim Polres Gowa, IPTU Arman Tarru, didampingi Kanit Resmob Polres Gowa saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Simak berita selengkapnya: Menantu Perkosa Ibu Mertua Jelang Waktu Sahur Ternyata Hanya Selisih 5 Tahun, Pengakuannya Mengejutkan
- Khaerul Izan-Antara
BEM UI Lakukan Aksi Demo di Mabes Polri
Rombongan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memberikan lima tuntutan utama.
Tuntutan tersebut ditujukan langsung kepada pimpinan Polri dan agenda reformasi institusi kepolisian.
Demonstrasi ini didasari oleh kasus meninggalnya seorang siswa MTs berinisial AT (14) di Tual, Maluku Tenggara yang diduga akibat penganiayaan oleh oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS.
Para mahasiswa menuntut lima hal, mulai dari mendesak aparat memberikan hukuman berat bagi pelaku, hingga desakan pencopotan Kapolri dan Kapolda Maluku dari jabatannya.
Mahasiswa menilai kasus kematian AT bukan insiden tunggal, melainkan cerminan persoalan struktural dalam tubuh Polri yang membutuhkan pertanggungjawaban hingga level pimpinan.
Simak berita selengkapnya: Lima Tuntutan Keras Demo BEM UI di Mabes Polri: Dari Kasus Pembunuhan Siswa AT hingga Desakan Copot Kapolri
Dwi Sasetyaningtyas bagikan kebahagiaannya lantaran anak-anaknya resmi menjadi Warga Negara Asing. Sumber : - Istimewa
- Istimewa
Kemenkum Tanggapi Status Anak Dwi Sasetyaningtyas
Kementerian Hukum (Kemenkum) melalui Direktorat Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) memastikan anak alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas masih berstatus WNI.
Dirjen AHU Kemenkum, Widodo memastikan hal ini merujuk pada status orang tua anak, yaitu Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Irwantoro hingga kini masih berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
“Sampai saat ini, kedua orang tua ini (Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Irwantoro) adalah warga negara Indonesia. Kalau dua warga negara Indonesia memiliki keturunan, tentu anaknya adalah anak Indonesia,” ujar Widodo dikutip dari kanal YouTube Ditjen AHU Kemenkum, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, Indonesia menganut prinsip kewarganegaraan tunggal yang didasarkan pada garis keturunan.
Kedua orang tua dari anak tersebut yaitu Tyas dan suaminya, Arya masih merupakan seorang WNI, maka anak yang dilahirkan secara hukum mengikuti kewarganegaraan orang tuanya.
Simak berita selengkapnya: Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas Terlanjur Pamer Anak WNA, Kemenkum: Anaknya Masih WNI, Tak Bisa Asal Pindah
(kmr)