- Istimewa
Klarifikasi Pengembang Soal Akses Mushola di Cluster Kota Harapan Indah, Utamakan Kenyamanan dan Solusi Bersama
Mushola tersebut dibangun dengan ukuran sekitar 10x10 meter atau seluas 100 meter persegi. Kehadiran fasilitas ini disambut positif oleh banyak warga karena tetap menjaga konsep kawasan sekaligus menyediakan sarana ibadah yang layak.
Ketua Paguyuban Warga Cluster Neo Vasana & Vasana, Richard, menyampaikan bahwa mayoritas warga mendukung langkah pengembang tersebut.
“Kami membeli rumah dengan konsep one gate system. Pembukaan pagar dikhawatirkan mengganggu kenyamanan. Karena itu, kami mendukung langkah positif pengembang membangun mushola di dalam cluster,” ujarnya.
Bukan Larangan Beribadah
Lukman menegaskan bahwa isu ini sama sekali tidak berkaitan dengan larangan beribadah. Menurutnya, warga tetap memiliki banyak pilihan tempat ibadah, baik di dalam cluster, di rumah masing-masing, maupun di fasilitas ibadah sekitar kawasan.
“Ini bukan soal melarang ibadah. Yang menjadi inti adalah perbedaan sikap terkait pembukaan akses langsung dari dalam cluster ke area luar,” tegasnya.
Selain mushola di dalam cluster, pengembang juga telah menyiapkan lahan seluas 5.000 meter persegi yang diperuntukkan sebagai fasilitas ibadah. Lahan tersebut telah disesuaikan dengan master plan kawasan dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat luas.
Menyikapi Dinamika RDP dengan Sikap Positif
Terkait dinamika yang terjadi dalam RDP bersama Habiburokhman, Lukman menyatakan pihak pengembang tetap menghormati proses yang berlangsung dan mendukung setiap ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
“Kami tetap berpikir positif dan mendukung proses yang ada. Harapan kami, persoalan ini bisa segera menemukan titik temu yang baik bagi semua pihak,” ucapnya.
Pengembang berharap, dengan solusi yang telah diupayakan, tidak ada lagi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Dialog dan komunikasi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan lingkungan hunian yang beragam.
Harapan Penyelesaian yang Kondusif
Pihak pengembang menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan kenyamanan, keamanan, serta keharmonisan warga. Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh bahwa setiap langkah yang diambil bertujuan menjaga keseimbangan kepentingan bersama.
“Kami berharap semua pihak bisa melihat persoalan ini secara jernih dan proporsional. Tujuan kami satu, menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan rukun,” tutup Lukman. (nsp)