- Istimewa
Ramadan di Bawah Langit Ka’bah: Kisah Salsabila, Umrah Khusyuk di Tengah Isu Konflik Timur Tengah
“Nah kalau di Indonesia kan bebas tuh bisa 24 jam lah ya tetap buka, kalau di sini enggak, toko-toko makanan di Tanah Suci baru pada buka setelah Asar, jadi kalau misalnya yang lagi berhalangan atau tidak puasa dia mungkin bisa mencari makanan alternatif kayak snack atau dipersiapkan dari malam gitu,” lanjut Salsabila.
Menjelang magrib, suasana berubah drastis. Bukan hiruk-pikuk orang berebut membeli takjil, melainkan pemandangan barisan kotak nasi dan botol air yang tersusun rapi di sepanjang jalan. Tangan-tangan asing saling mengulurkan makanan kepada siapa pun yang membutuhkan.
“Terus perbedaan yang menonjol juga enggak ada nge-war takjil, karena takjilnya itu ya lebih ke snack buka puasa di Masjidil Haram atau mungkin di pinggir jalan itu banyak banget orang berbagi-berbagi nasi boks, air minum, dan lain-lain,” jelas dia.
“Kebetulan karena buka puasanya di masjid kayaknya enggak ada yang jualan takjil deh, tapi rata-rata mereka beli, misalnya ke supermarket atau minimarket terus mereka bagi-bagiin ke orang-orang,” lanjut dia.
“Lebih ke di sini berbagi sih budayanya, jadi orang berlomba-lomba untuk memberikan makanan atau snack untuk orang yang berbuka puasa,” tukas Salsabila.
Tradisi berbagi itu, bagi Salsabila, menjadi pemandangan paling membekas. Tidak ada transaksi, tidak ada tawar-menawar. Yang ada hanyalah niat memberi.
Di sela-sela hari-hari ibadahnya, ia juga mencicipi kuliner khas Timur Tengah. Ada satu hidangan yang membuatnya tersenyum saat mengingatnya.
“Menu buka puasa favorit selama di tanah suci nasi mandi sama ayam bakar itu enak, beberapa hari yang lalu baru makan itu,” ucapnya sembari mengingat makanan tersebut.
Namun Ramadan di Mekah bukan hanya soal rasa di lidah, melainkan juga ketahanan fisik dan batin. Salat tarawih di Masjidil Haram berlangsung lebih panjang, dengan bacaan satu juz setiap malam disebut qiyamul lail.
“Tantangannya apa ya? Sejujurnya enggak banyak tantangan bahkan hampir enggak ada sih karena di sini nyaman, terus suhunya juga mendukung lagi, enggak musim panas meskipun terik tapi cuacanya tuh dingin, sejuk, malah lebih nyaman sih merasa enggak ada tantangan,” kisahnya.