- Rika Pangesti-tvOne
Ramadhan di Balik Jeruji Lapas Cipinang: Saat Para Warga Binaan Menemukan Jalan Pulang
Terdengar suara tadarus bersahutan, menciptakan suasana syahdu, damai, dan tenteram.
Hari-hari Ramadhan di dalam lapas pun banyak diisi dengan membaca Al-Qur’an. Target yang dipasang bahkan cukup ambisius, yaitu khatam 30 juz satu kali setiap hari.
- Rika Pangesti-tvOne
Kepala Lapas Cipinang Wachid Wibowo menjelaskan seluruh kegiatan tersebut telah dipersiapkan jauh sebelum Ramadhan tiba.
“Selama memasuki bulan Ramadhan sampai hari ini, sudah hari yang ke-13, ada target-target yang memang kami tanamkan, khususnya di bidang pembinaan, agar nantinya setelah selesai Ramadhan ini betul-betul target itu bisa tercapai sekaligus untuk memberikan penguatan terkait keimanan dan ketakwaan bagi warga binaan,” kata Wachid saat ditemui tvOnenews.com, Selasa (3/3/2026).
Bagi pihak lapas, Ramadhan dipandang sebagai momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran di dalam diri para warga binaan.
“Selama mereka di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang ini, kami berharap warga binaan ini mereka betul-betul menyadari kesalahan dan ruang Ramadhan ini bisa menjadi ruang untuk pertobatan bagi mereka, sekaligus untuk introspeksi diri, memperbaiki diri, dan di situ juga diberikan kesempatan untuk belajar meningkatkan diri,” ujarnya.
Program pembinaan tersebut sebenarnya telah dilakukan setiap tahun. Namun, pihak lapas terus melakukan evaluasi agar kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas.
“Setiap tahun kita lakukan kegiatan itu dan kami akan melakukan evaluasi untuk peningkatan dan perbaikan ke depan. Karena yang paling penting output-nya itu kan setelah nanti Ramadhan, bagaimana perubahan perilaku bagi warga binaan,” kata Wachid.
Tahun ini pihak lapas juga menargetkan intensitas membaca Al-Qur’an yang lebih tinggi bagi para warga binaan.
“Kalau tahun ini kami menargetkan mereka bisa setiap hari itu khatam, sehingga di setelah selesai nanti Ramadhan itu ya paling tidak bisa 30 kali khatam. Bagi mereka yang belum bisa membaca Al-Qur'an, tentunya ada kelompok tersendiri agar dia bisa mempelajari dan memperdalam dan kelancaran untuk pembacaan Al-Qur'an,” ujarnya.