news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun.
Sumber :
  • Antara

China: Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran Sesuai Konstitusi

Pemerintah China menyebut pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, sudah sesuai konstitusi negara tersebut.
Selasa, 10 Maret 2026 - 10:34 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah China menyebut pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, sudah sesuai konstitusi negara tersebut.

"Pemilihan pemimpin baru itu adalah keputusan yang dibuat oleh Iran sesuai dengan Konstitusi negaranya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, mengutip Antara pada Selasa.

Mojtaba Khamenei (56 tahun) resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran pada Senin (9/3), menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei yang gugur akibat serbuan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pemimpin Tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam 1979 tersebut diperkirakan akan mengikuti langkah ayahnya yang memilih pendekatan keras menghadapi AS. Ia mengambil alih kepemimpinan pada saat konflik regional memanas dan ketidakpastian domestik meningkat.

Istri dan ayah Mojtaba Khamenei wafat dalam serangan udara AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa siapapun Pemimpin Tertinggi baru di Iran yang tidak mendapatkan "persetujuan" AS tidak akan bertahan lama.

"China menentang campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dengan dalih apa pun. Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran harus dihormati," ungkap Guo Jiakun.

China, kata Guo Jiakun, menyerukan penghentian segera operasi militer, kembali ke dialog dan negosiasi sesegera mungkin, dan tidak adanya eskalasi ketegangan lebih lanjut.

Pemimpin Tertinggi Iran adalah pucuk tertinggi kekuasaan yudikatif, legislatif, dan administratif di Iran. Ia juga yang membuat keputusan terkait hal-hal penting di Iran, termasuk dalam hal program nuklir.

Mojtaba dipilih oleh Majelis Ahli Iran, lembaga beranggotakan 88 orang yang menurut Konstitusi bertanggung jawab menunjuk otoritas politik dan keagamaan tertinggi negara.

Pemilihannya mengikuti prosedur konstitusional yang telah ditetapkan, bukan melalui pewarisan kekuasaan, meskipun latar belakang keluarganya dan kedekatannya dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei sejak lama menempatkannya di pusat spekulasi mengenai suksesi kepemimpinan.

Seperti banyak tokoh dalam kalangan ulama Iran, Mojtaba menempuh pendidikan keagamaan di kota Qom, pusat utama pembelajaran teologi Syiah di negara tersebut dan tempat berdirinya berbagai seminari yang mendidik para ulama Iran.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:39
06:31
04:24
03:05
01:39
01:03

Viral