news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Angkot di Kota Bogor, Jawa Barat.
Sumber :
  • ANTARA/Linna Susanti

KDM Guyur Rp6,9 Miliar sebagai Kompensasi Angkutan Umum di Jabar yang Libur di Jalur Wisata dan Mudik Lebaran 2026

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) sebut Pemprov Jabar kasih anggaran kompensasi Rp6,9 untuk 3 ribu sopir angkutan umum yang libur saat mudik Lebaran 2026.
Jumat, 13 Maret 2026 - 02:18 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) mengabarkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar serius menangani arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2026.

KDM mengatakan, pemerintah memfokuskan agar beberapa titik arus lalu lintas di Jabar lancar dan tidak mengalami hambatan saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kata KDM, salah satu cara menghindari hambatan tersebut dengan memberikan kompensasi. Anggaran ini menyasar kepada angkutan umum, mulai dari sopir angkot, andong, hingga tukang becak.

Proses pengguyuran anggaran dari Pemprov Jabar kepada angkutan umum berlangsung dari Kamis, 12 Maret 2026 malam hari WIB.

"Saya sudah cek kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah. Seluruh uangnya sudah terdistribusi malam ini dan besok selesai semuanya," ungkap KDM setelah apel Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Mapolda Jabar, Kamis (12/3/2026).

Total anggaran yang diguyur sebesar Rp6,9 miliar. KDM mengatakan, hal itu menyasar kepada sekitar tiga ribu orang.

Ribuan angkutan umum yang mendapat kompensasi di Jabar, tersebar dari Garut, Cirebon, Bogor, Subang, Cianjur, Padalarang, Lembang hingga Kota Bandung.

KDM Liburkan Angkutan Umum di Jalur Wisata saat Mudik Lebaran 2026

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi KDM).
Sumber :
  • Antara

KDM menegaskan, mereka yang menerima kompensasi untuk meliburkan diri tidak hanya beroperasi di jalur mudik. Angkutan umum di jalur wisata juga mendapat manfaatnya.

KDM menuturkan penerima kompensasi yang diliburkan di jalur wisata, mulai dari yang beroperasi di jalur Lembang, Bandung Barat, Puncak Bogor, hingga Padalarang.

"Itu menjadi bagian dari jalur yang kita bebaskan," tegasnya.

Ketentuan tersebut tidak hanya berlaku sebelum Lebaran, tetapi juga setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal ini mengingat ada jadwal arus balik yang menjadi rawan kemacetan di Jabar.

"Bukan hanya arus mudik saja jadi pertimbangan, akan tetapi juga pada arus wisata setelah hari raya," jelasnya.

KDM menambahkan, Pemprov Jabar membuat langkah lainnya berupa penyediaan kendaraan medis. Nantinya akan tersebar di jalan tol sebagai antisipasi kondisi darurat.

Ia menyampaikan alasan adanya kebijakan pelayanan kendaraan medis. Hal ini berasal dari pengalaman mudik tahun lalu di mana pemudik yang hamil tiba-tiba melahirkan di pinggir jalan.

Ia juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, terkhusus yang melintasi arus lalu lintas di Jabar. Pemudik diharapkan menghargai petugas aparat keamanan hingga kebersihan selama periode mudik.

Sementara, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Setiawan turut menyampaikan pendapatnya. Ia mengapresiasi Pemprov Jabar yang sudah membuat gebrakan baru berupa pelayanan kelancaran arus mudik selama periode Lebaran 2026 di Jabar.

"Saya mengucapakan banyak terima kasih kepada Pak Gubernur telah memberikan dukungan besar. Teman-teman semua harus tahu satu hal, Pak Gubernur sudah mendukung anggaran kepada beberapa angkot, andong, becak agar istirahat. Mereka dapat duit, uang demi lalu lintas lancar," kata Rudy.

Sebanyak 26.692 personel gabungan dari Polri, TNI, hingga instansi lainnya akan terjun melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya selama periode mudik Lebaran 2026. Tujuannya untuk meningkatkan pengamanan dan pelayanan bagi para pemudik hingga pengunjung wisata.

Operasi Ketupat Lodaya 2026 sudah mulai digelar pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Operasi ini sebagai upaya mewujudkan tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia".

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral