news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rismon Hasiholan Sianipar menemui Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (13/3/2026)..
Sumber :
  • Rahmat Fatahillah Ilham/viva

Usai Minta Maaf ke Jokowi, Rismon Sianipar Hari Ini Temui Gibran

Tersangka kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Rismon Hasiholan Sianipar temui Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka Jumat (13/3/2026).
Jumat, 13 Maret 2026 - 10:38 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Rismon Hasiholan Sianipar menemui Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (13/3/2026).

Pertemuan antara Rismon dan Gibran digelar di Istana Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan di lokasi Rismon tiba sekitar pukul 09.55 WIB. Rismon hanya mengatakan maksud dan tujuannya untuk bersilaturahmi dengan Gibran. 

"Silaturahmi saja lah," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons permintaan maaf yang disampaikan peneliti Rismon Sianipar kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait penelitiannya dalam buku berjudul Jokowi’s White Paper.

Gibran, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis malam, mengatakan Ramadhan merupakan bulan yang baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan.

"Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," ujar Gibran.

Wapres Gibran juga menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi serta kesediaannya meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik.

Langkah tersebut dinilai telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Rismon Sianipar juga mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta maaf soal penelitiannya dalam buku Jokowi’s White Paper.

“Seperti apa yang menjadi klarifikasi saya dalam satu dua hari ini, bahwa dalam dua bulan terakhir saya melanjutkan penelitian saya. Kalau dibilang mengkaji ulang, mempelajari kembali semua metodologi-metodologi yang saya tuliskan secara independen. Jadi saya garis bawahi, secara independen metodologi itu saya tuliskan sekitar 480-an halaman dari 700 halaman lebih di buku Jokowi’s White Paper,” katanya usai mengunjungi kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Dalam penelitian tersebut, ia mengaku ada beberapa temuan baru yang dipertanggungjawabkannya secara ilmiah dan akademik.

Salah satu temuannya yakni soal keaslian ijazah Jokowi. Menurut dia, beberapa yang menjadi objek kajian yakni emboss dan watermarks dalam ijazah. Termasuk tidak adanya hologram dalam ijazah tersebut.

Ia mengatakan dari fitur-fitur tersebut, ia meyakini temuan baru bahwa tidak ada kejanggalan terhadap keaslian dari ijazah Jokowi.

“Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri karena saya harus jujur menyatakan bahwa temuan saya itu bakal dicerca, dihina, dan dilabel sebagai pengkhianat, tapi penelitian adalah penelitian. Yang bisa menguji penelitian adalah hasil penelitiannya, baik orangnya atau orang lain. Ya sudah, saya sampaikan itu kepada penyidik sekitar seminggu yang lalu kepada penyidik dan kepada Direktur Kriminal Umum,” kata tersangka kasus pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi tersebut.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan permintaan maafnya kepada Jokowi dan publik perihal temuan terbarunya mengenai ijazah Jokowi. Permintaan maaf itu sebagai bentuk tanggung jawab setelah meneliti ijazah Jokowi ada perubahan.

"Ya tentu, saya pun minta maaf kepada publik. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo, itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen, yang siap dicerca, dihina, dengan narasi-narasi sesuka mereka,” katanya. (Rahmat Fatahillah Ilham)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:57
01:21
02:42
01:04
41:15
02:25

Viral