- Istimewa
Sikapi Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Komnas Perempuan: Ancaman Nyata bagi Pembela HAM
Pada pukul 23.37 WIB, Andrie mendadak dihampiri dua orang pelaku. Dimas mengatakan, posisinya berlawanan arah dari Jembatan Talang dan menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor.
Dimas mengatakan, kendaraan motor dua orang pelaku tersebut diduga motor matic merek Honda Beat. Ia memperkirakan motor yang dipakai keluaran antara 2016-2021.
Dua pelaku terlihat sosok laki-laki. Mereka melancarkan aksinya menggunakan satu motor di mana satu pelaku sebagai pengemudi dan satunya lagi menjadi penumpang.
Ia merincikan ciri-ciri pelaku pertama sebagai pengendara. Sosoknya mengenakan pakaian kaos warna kombinasi putih-biru, helm warna hitam, serta celana gelap diduga jenis jeans.
"Kemudian, pelaku kedua pakai kaos berwarna biru tua, celana panjang berwarna biru sambil dilipat menjadi pendek, dan diduga menggunakan bahan jeans," lanjut dia.
Seusai mendekati korban, seorang pelaku langsung menyiram air keras kepada Andrie. Air berupa larutan berbahaya itu pun mengenai sebagian tubuh korban.
"Korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta," bebernya.
Andrie langsung ditangani oleh medis secara darurat. Pasalnya, beberapa sekujur tubuhnya terkena air keras, antara lain bagian muka, dada, mata, hingga area tangan kanan dan kiri.
Ia menambahkan, bagian mata yang menjadi paling parah. Hal ini membuat Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.
Dimas meyakini tindakan penyiraman air keras menyasar kepada Andrie sebagai bentuk pembungkaman suara. Tak ayal, Andrie sendiri kerap kali mengkritisi tentang kebijakan pemerintah.
Hingga kini, polisi masih mengusut tragedi penyiraman air keras tersebut. Sementara, peristiwa ini mendapat atensi serius oleh banyak pihak.
(hap)