news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tito Kobra Preman Garut Ancam Bunuh Kapolsek dan Camat Pakenjeng.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Awal Mula Preman Tito Kobra Viral Ancam Bunuh Kapolsek dan Camat di Garut, Nekat Bawa Golok ke Polsek 

Pada Jumat (13/3/2026) sore, Tito Kobra mendatangi Kapolsek ketika sedang mengikuti kegiatan pembagian takjil bersama masyarakat.
Senin, 16 Maret 2026 - 10:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pria yang dikenal sebagai preman dengan nama Tito atau Tito Kobra menjadi sorotan di media sosial setelah video penangkapannya beredar luas. Pria tersebut diamankan aparat kepolisian setelah diduga mengancam akan membunuh kapolsek dan camat di wilayahnya.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Garut dan melibatkan Kapolsek Pakenjeng, Muslih Hidayat. Dalam rekaman yang beredar, tampak petugas kepolisian menangkap seorang pria di tengah kerumunan warga. Proses pengamanan tersebut sempat diwarnai perdebatan antara pelaku dan aparat di lokasi.

Kapolsek Pakenjeng Iptu Muslih Hidayat menjelaskan, konflik tersebut bermula dari penertiban sekelompok pemuda yang kedapatan mengonsumsi minuman keras pada siang hari saat bulan Ramadan. Kejadian itu berlangsung di area sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Pakenjeng.

"Sepulang dari safari Ramadan kami lihat ada beberapa motor tapi orangnya tidak ada, kami cek ke bawah ternyata ada orang yang sedang meminum minuman keras," ujar Iptu Muslih, dikutip Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya memberikan tindakan disiplin berupa hukuman push up kepada delapan orang yang berada di lokasi tersebut. Namun, Tito Kobra disebut tidak menerima perlakuan tersebut terhadap rekan-rekannya.

"Saya tindak dengan push up mereka 8 orang, Tio ini intinya tidak terima bahwa anak buahnya itu ditindak push up," ungkapnya.

Ketegangan kemudian kembali terjadi beberapa hari setelah kejadian tersebut. Pada Jumat (13/3/2026) sore, Tito Kobra mendatangi Kapolsek ketika sedang mengikuti kegiatan pembagian takjil bersama masyarakat.

Muslih menyebutkan dirinya mencoba berdialog langsung dengan pria tersebut. Tito Kobra mengaku tersinggung karena merasa dipermalukan akibat penertiban yang dilakukan sebelumnya.

"Waktu itu dia terus menggerutu karena merasa nama baiknya dicemarkan. Dia juga berbicara dengan nada kasar dan memaki saya. Saya memilih diam saja," kata Muslih.

Situasi semakin memanas ketika Tito Kobra melontarkan ancaman serius kepada pejabat setempat.

"Dia bicara, 'saya bunuh camat sekalian dengan kapolseknya'," ucap Muslih menirukan perkataan Tito Kobra.

Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan sebilah golok kecil yang disimpan di dalam tas yang dibawa Tito Kobra. Meski demikian, Muslih mengatakan pihaknya tetap mengedepankan pendekatan pembinaan terhadap yang bersangkutan.

"Meskipun sikapnya seperti itu, dia tetap warga saya. Sudah menjadi tanggung jawab saya untuk membina masyarakat, walaupun dalam situasi tertentu risikonya bisa mengancam keselamatan," ujarnya.

Iptu Muslih sendiri diketahui pernah menjabat sebagai Pelaksana Harian Kasubbag Humas di Polres Garut sebelum dipercaya memimpin Polsek Pakenjeng. Ia kini berpangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu), salah satu jenjang perwira di Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dari sisi pendidikan, Muslih memiliki latar belakang akademik Sarjana Hukum (S.H.).

Berdasarkan laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2025, Muslih tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp954 juta setelah dikurangi utang.

Sebagian besar asetnya berupa tanah dan bangunan di Garut dengan nilai total Rp980 juta. Selain itu, ia juga melaporkan kepemilikan kendaraan berupa sepeda motor Yamaha XSR tahun 2020 dan Honda Beat tahun 2024 dengan nilai keseluruhan Rp20 juta.

Muslih juga mencatat harta bergerak lainnya senilai Rp17 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp2 juta dalam laporan kekayaannya tersebut. (nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

22:32
02:38
01:37
01:55
01:48
03:02

Viral