news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi media sosial..
Sumber :
  • Istimewa

Orang Tua Wajib Tahu, Penggunaan Gawai Berlebihan Bisa Ganggu Saraf Anak

IDAI mengingatkan penggunaan gawai berlebihan oleh anak bisa mengakibatkan gangguan tumbuh kembang, termasuk sarafnya. Hal ini yang harus dilakukan.
Jumat, 20 Maret 2026 - 14:04 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tuty Herawati mengingatkan penggunaan gawai berlebihan oleh anak bisa mengakibatkan gangguan tumbuh kembang, termasuk sarafnya.

"Kalau dilihat sekilas mungkin hanya perubahan postur seperti membungkuk. Tapi, di dalamnya bisa berkaitan dengan sistem saraf, sehingga ini bukan hal yang bisa dianggap ringan," kata dia, dikutip dari ANTARA, Kamis (19/3/2026).

Pemerintah juga telah menyebutkan bahwa penggunaan gawai bisa mengganggu tumbuh kembang anak khususnya selama fase krusial yaitu usia lima hingga 15 tahun.

Jika digunakan tanpa pengawasan dan berlebihan, anak bisa terganggu postur tubuh, otot, hingga fungsi sarafnya. Hal yang kemudian menjadi bahaya adalah jika gangguan pada tubuh itu bertahan hingga anak tumbuh dewasa.

Tuty menegaskan, penggunaan gawai harus diatur termasuk intensitas dan durasinya. Harus diseimbangkan penggunaannya dengan aktivitas yang lain.

Ia menjelaskan, anak yang menggunakan gawai dan menyeimbangkan dengan aktivitas fisik memiliki gangguan tumbuh kembang yang lebih rendah dibandingkan jika penggunaan gawai dilakukan secara berlebihan.

Sementara itu, Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Prof Rose Mini Agoes Salim menjelaskan, otak anak memiliki kemampuan menyerap informasi secara optimal di masa golden age.

Oleh karenanya, penting untuk mempertimbangkan informasi yang diterima anak di suai tersebut supaya otak terstimulasi dengan baik.

"Pada masa golden age, otak anak sangat terbuka terhadap berbagai rangsangan. Tapi jika yang diterima hanya itu-itu saja, maka kemampuan lain tidak terstimulasi," ujar dia.

Jika anak kekurangan variasi stimulasi pada otaknya, hal ini dapat membuat perkembangan otak tidak optimal.

"Yang membuat otak berkembang bukan ukuran, tetapi banyaknya koneksi antar-saraf. Koneksi itu terbentuk dari variasi pengalaman dan stimulasi," katanya. (ant/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:33
03:18
00:47
02:55
01:46
05:08

Viral