news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Salat Idul Fitri.
Sumber :
  • ANTARA

Niat dan Tata Cara Salat Sunah Idul Fitri 1447 H

tanggal 1 Syawal tahun ini pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Umat Islam di Indonesia akan menyambut datangnya hari kemenangan itu, yakni Hari Raya Idul Fitri 1447
Sabtu, 21 Maret 2026 - 06:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menetapkan tanggal 1 Syawal tahun ini pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Umat Islam di Indonesia akan menyambut datangnya hari kemenangan itu, yakni Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Oleh karena itu, pada pagi hari di tanggal 1 Syawal, seorang muslim sangat dianjurkan untuk mengawali hari raya dengan melaksanakan salat sunah Idul Fitri. 

Secara umum, pelaksanaan ibadah ini tidak jauh berbeda dengan salat sunah lainnya. Perbedaan utamanya hanya terletak pada tambahan jumlah takbir, bacaan tasbih, serta anjuran surat yang dibaca. Berikut adalah panduan lengkapnya. 

Bacaan Niat Salat Sunah Idul Fitri

Melansir laman NU Online, niat salat Idul Fitri diucapkan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. 

Lafaz niatnya dibedakan berdasarkan posisi kamu, apakah bertindak sebagai makmum atau sebagai imam.

Berikut adalah lafaz niatnya:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

Bacaan Latin: Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini (ma'mûman / imaman) lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

Tata Cara Salat Idul Fitri

Salat sunah Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah maupun sendiri. Berikut adalah urutan tata cara lengkapnya dari awal hingga salam:

1. Membaca Niat dan Takbiratul Ihram

Awali salat dengan mengangkat kedua tangan, membaca Allahu Akbar (takbiratul ihram), sekaligus memantapkan niat di dalam hati. Setelah itu, bacalah doa iftitah seperti salat pada umumnya.

2. Tujuh Takbir Tambahan (Rakaat Pertama)

Keistimewaan salat Idul Fitri ada pada takbir tambahannya. Pada rakaat pertama, sebelum membaca surat Al-Fatihah, kamu dianjurkan untuk bertakbir (Allahu Akbar) sambil mengangkat tangan sebanyak tujuh kali.

Di sela-sela setiap takbir tambahan tersebut, bacalah lafal tasbih berikut:

Lafal 1:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Arab Latin: Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla

Lafal 2:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar

3. Membaca Surat Al-Fatihah dan Al-A'la

Selesai tujuh takbir dan tasbih, bacalah surat Al-Fatihah. Setelah itu, sangat dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca surat Al-A'la.

4. Gerakan Salat Normal

Lanjutkan salat dengan gerakan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua sebagaimana gerakan salat fardu biasa.

5. Lima Takbir Tambahan (Rakaat Kedua)

Setelah bangkit berdiri untuk rakaat kedua, lakukan takbir tambahan sebanyak lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah. Jangan lupa untuk kembali membaca lafal tasbih di sela-sela setiap takbir seperti pada rakaat pertama.

6. Membaca Surat Al-Fatihah dan Al-Ghasiyah

Selesai lima takbir tambahan, bacalah surat Al-Fatihah. Pada rakaat kedua ini, surat yang sangat dianjurkan untuk dibaca adalah surat Al-Ghasiyah.

7. Melanjutkan Gerakan Hingga Salam

Teruskan salat dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, hingga diakhiri dengan duduk tahiyat akhir dan salam. (aag)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral