- Adinda Ratna Safira/tvOnenews
6.673 Warga Binaan DKI Jakarta Dapat Remisi Khusus Idul Fitri 2026, Ada 124 Orang Langsung Bebas
Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 6.673 Warga Binaan se-DKI Jakarta mendapatkan remisi khusus saat perayaan Idul Fitri 1447 H, Jumat (21/3/2026). Pemberian remisi ini dikakukan di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan DK Jakarta, Heri Azhari mengatakan, sebanyak 124 warga binaan mendapatkan RK II atau langsung bebas. Sementara itu sisanya masih harus menjalani sisa hukuman.
“Sebanyak 6.673 Warga Binaan se-DKI Jakarta menerima remisi, dengan rincian 6.564 orang memperoleh Remisi Khusus I (RK I), serta 109 orang memperoleh Remisi Khusus II (RK II),” kata Heri, dalam keterangannya, Sabtu (21/3/2026).
Sementara itu, warga binaan di Lapas Narkotika Jakarta yang mendapatkan remisi khusus yaitu sebanyak 1.595 orang, diantaranya sebanyak 1.580 orang mendapatkan RK I dan 15 orang memperoleh RK II.
Heri menerangkan, pemberian remisi ini merupakan bagian dari sistem pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan dan reintegrasi sosial.
“Remisi adalah hak Warga Binaan yang telah memenuhi persyaratan dan menjadi indikator keberhasilan pembinaan. Ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan penghargaan atas perubahan perilaku ke arah yang lebih baik,” jelas Heri.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Syarpani menuturkan, momentum Idul Fitri menjadi sarana refleksi bagi seluruh Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri.
“Remisi ini bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi bentuk apresiasi atas kedisiplinan dan keaktifan dalam mengikuti program pembinaan. Kami berharap ini menjadi penyemangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ungkap Syarpani.
Adapun momentum Idul Fitri di lingkungan Lapas Narkotika Jakarta tidak hanya menjadi perayaan hari kemenangan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi Warga Binaan untuk menata masa depan.
Pemberian Remisi Khusus ini diharapkan dapat menjadikan motivasi untuk para warga binaan dalam mengikuti program pembinaan secara optimal serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif. (ars/muu)