- Rika-tvOne
Menkes Budi Gunadi Sadikin Tegas: Banyak Warga “Libur” Minum Obat Saat Lebaran, Ini Pemicu Lonjakan Pasien
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap “libur” minum obat saat merayakan Idul Fitri. Padahal, kebiasaan tersebut justru berisiko besar, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.
Menurutnya, fenomena ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit setelah momen Lebaran. Banyak orang yang seharusnya menjalani pengobatan rutin justru menghentikan konsumsi obat karena larut dalam suasana libur dan kebersamaan keluarga.
“Sudah tahu punya diabetes, darah tinggi, kolesterol, tapi pas Lebaran malah sengaja tidak minum obat. Saya jewer semua. Itu yang bikin masuk rumah sakit,” tegasnya dalam program Budi Gemar Sharing #BGS, dikutip Minggu (22/3/2026).
Penderita Penyakit Kronis Paling Berisiko
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa kelompok paling rentan adalah mereka yang memiliki penyakit kronis dan membutuhkan konsumsi obat secara rutin setiap hari.
Beberapa penyakit yang paling sering terdampak antara lain:
-
Diabetes (gula darah tinggi)
-
Hipertensi (tekanan darah tinggi)
-
Kolesterol tinggi
Ketiga kondisi ini membutuhkan kedisiplinan dalam pengobatan. Menghentikan obat, meski hanya beberapa hari, dapat memicu lonjakan kondisi yang berujung komplikasi serius.
Pola Makan Lebaran Perparah Risiko
Selain kebiasaan tidak minum obat, pola makan saat Lebaran juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi kesehatan. Hidangan khas Idul Fitri umumnya tinggi gula, garam, dan lemak.
Makanan dan minuman seperti:
-
Minuman manis (es teler, es kelapa)
-
Makanan asin
-
Hidangan bersantan (opor, gulai)
berpotensi memperparah kondisi penderita penyakit kronis jika tidak diimbangi dengan pengobatan yang tepat.
Pentingnya Disiplin Konsumsi Obat
Menkes mengingatkan bahwa konsumsi obat tidak boleh terhenti, termasuk saat hari raya. Ia bahkan mencontohkan beberapa jenis obat yang harus tetap dikonsumsi sesuai anjuran dokter.
Berikut penjelasannya:
-
Penderita diabetes
Tetap harus mengonsumsi obat seperti metformin, terutama setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis. -
Penderita hipertensi
Obat seperti amlodipine wajib diminum setiap hari, terutama karena konsumsi makanan asin saat Lebaran bisa memicu kenaikan tekanan darah. -
Penderita kolesterol tinggi
Disarankan tetap rutin mengonsumsi simvastatin, khususnya pada malam hari, untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Ia menegaskan, mengabaikan konsumsi obat di tengah pola makan yang tidak terkontrol justru menjadi kombinasi berbahaya bagi kesehatan.
Lebaran Boleh, Kesehatan Tetap Prioritas
Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa merayakan Lebaran dengan keluarga adalah hal yang wajar dan penting. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan.
“Kumpul keluarga dan makan enak boleh, tapi jangan sampai abai menjaga tubuh sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak kasus pasien yang harus dirawat setelah Lebaran sebenarnya bisa dicegah jika mereka tetap disiplin menjalani pengobatan.
Peran Keluarga Sangat Penting
Lebih lanjut, Menkes mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan, terutama kepada anggota keluarga yang memiliki penyakit kronis.
Peran keluarga dinilai sangat penting dalam memastikan:
-
Orang tua tetap minum obat tepat waktu
-
Anggota keluarga tidak berlebihan dalam konsumsi makanan berisiko
-
Pola hidup sehat tetap dijaga selama libur panjang
“Yuk saling mengingatkan, terutama untuk orang tua dan keluarga yang harus minum obat rutin setiap hari,” kata Budi.
Risiko Komplikasi Mengintai Pasca Lebaran
Jika kebiasaan “libur” minum obat terus terjadi, risiko komplikasi serius bisa meningkat, di antaranya:
-
Lonjakan gula darah drastis (pada diabetes)
-
Tekanan darah tidak terkontrol (hipertensi)
-
Peningkatan kadar lemak darah (kolesterol tinggi)
Kondisi tersebut dapat berujung pada komplikasi lebih berat seperti stroke, serangan jantung, hingga perawatan intensif di rumah sakit.
Kepatuhan Minum Obat Jadi Kunci
Sebagai penutup, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kunci utama menjaga kesehatan selama Lebaran adalah kedisiplinan dalam menjalani pengobatan.
Libur panjang seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghentikan rutinitas penting yang berkaitan dengan kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kronis.
Dengan tetap minum obat sesuai anjuran dan menjaga pola makan, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman tanpa risiko kesehatan yang serius. (nsp)