news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Terimbas Pelemahan Bursa Asia, IHSG Dibuka Melemah 0,39 Persen Setelah Libur Panjang.
Sumber :
  • Antara Foto

Bursa Asia Ambruk Lebih dari 5 Persen, Ancaman Trump ke Iran Picu Kepanikan Pasar Global

Bursa Asia anjlok lebih dari 5 persen akibat ancaman Trump ke Iran. Ketegangan Timur Tengah picu kepanikan pasar dan risiko krisis energi global.
Senin, 23 Maret 2026 - 12:48 WIB
Reporter:
Editor :

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan tekanan besar di pasar energi global. Selisih yang melebar juga mengindikasikan bahwa pasar mulai memperhitungkan kemungkinan konflik berkepanjangan.

Bursa Asia Terjun Bebas, Korea Sempat Hentikan Perdagangan

Dampak dari ketegangan geopolitik langsung terlihat pada kinerja bursa saham Asia. Sejumlah indeks utama mencatat penurunan signifikan.

Berikut pergerakan indeks utama Asia:

  • Nikkei 225 Jepang: turun hampir 5%

  • Topix Jepang: turun 4,4%

  • Kospi Korea Selatan: anjlok lebih dari 6%

  • Kosdaq Korea Selatan: turun hampir 5%

  • S&P/ASX 200 Australia: turun 2,4%

  • Hang Seng Hong Kong: turun hampir 2%

  • CSI 300 Tiongkok: turun hampir 2%

Kondisi paling mencolok terjadi di Korea Selatan. Bursa bahkan sempat menghentikan perdagangan sementara setelah indeks berjangka Kospi 200 jatuh lebih dari 5%, sebagai langkah untuk meredam kepanikan pasar.

Pasar AS Cenderung Stabil, Investor Tunggu Perkembangan

Berbeda dengan Asia, pasar saham Amerika Serikat cenderung bergerak datar. Hal ini menunjukkan investor global masih menunggu perkembangan lanjutan dari konflik.

Pergerakan indeks berjangka AS:

  • Dow Jones Industrial Average: stabil

  • S&P 500: turun 0,1%

  • Nasdaq Composite: turun 0,2%

Meski relatif tenang, pasar AS tetap berada dalam bayang-bayang ketidakpastian. Setiap perkembangan dari Timur Tengah berpotensi langsung memengaruhi sentimen global.

Investor Waspada, Risiko Krisis Energi Membayangi

Para analis menilai kondisi saat ini sebagai fase krusial dalam dinamika pasar global. Kesenjangan harga minyak dan tekanan di pasar saham menunjukkan bahwa investor mulai mengantisipasi skenario terburuk.

Jika konflik terus meningkat dan Selat Hormuz benar-benar terganggu, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor, mulai dari energi hingga perdagangan global.

Situasi ini membuat investor semakin berhati-hati, sekaligus meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral