- Istockphoto
Arus Balik Lebaran Bergerak, Jalur Darat Hingga Udara Meningkat
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Cirebon Indra Setiaman mengatakan arus kendaraan didominasi sepeda motor yang menjadi moda transportasi utama pemudik jarak menengah.
“Total ada 114.431 kendaraan yang melintas menuju arah Jakarta sampai Selasa pukul 14.30 WIB,” katanya.
Menurut dia, selain menjadi jalur utama arus balik, di wilayah Cirebon juga ada peningkatan aktivitas wisata, sehingga pengaturan lalu lintas dilakukan lebih intensif melalui koordinasi antara Dishub, kepolisian, serta unsur masyarakat.
Transportasi laut
Mobilitas arus balik juga terlihat di sektor penyeberangan laut. Di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, ribuan penumpang pejalan kaki terus berdatangan dan memadati ruang tunggu pada periode H+2 Lebaran 2026.
Berdasarkan liputan di lokasi, penumpang yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Merak, Banten, terus berdatangan sejak pagi hingga malam hari. Sebagian pemilir memilih kembali lebih awal untuk menghindari puncak kepadatan, sementara lainnya karena harus segera kembali bekerja.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Partogi Tamba mengatakan berdasarkan data 24 jam posko ASDP, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+2 mencapai 91.657 orang.
“Jumlah tersebut naik 58,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 57.801 orang,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP menerapkan sejumlah strategi seperti sistem delay, skrining tiket, serta pengaturan pola layanan dermaga.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan puncak arus balik lintas Bakauheni–Merak terjadi pada H+2 Lebaran dan diperkirakan kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026.
Selain di lintasan Sumatera–Jawa, peningkatan mobilitas juga terjadi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang menghubungkan Jawa dan Bali.
General Manager PT ASDP Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan arus balik di lintasan tersebut berlangsung ramai namun tetap lancar dengan dukungan 33 armada kapal feri yang beroperasi.
Pada H+2 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk tercatat mencapai 38.212 orang atau naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, total kendaraan yang menyeberang tercatat 11.571 unit atau meningkat sekitar 10,5 persen dibandingkan tahun lalu.
Menurut ASDP, puncak arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk diperkirakan terjadi pada 26–29 Maret 2026.