- Istockphoto
Arus Balik Lebaran Bergerak, Jalur Darat Hingga Udara Meningkat
ASDP juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak termasuk BMKG untuk memantau kondisi cuaca serta memastikan keselamatan pelayaran selama periode arus balik Lebaran.
Transportasi kereta
Mobilitas tinggi juga terlihat dari sektor transportasi massal, khususnya kereta api yang menjadi pilihan masyarakat karena faktor kenyamanan dan ketepatan waktu.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 52.926 penumpang tiba di wilayah operasinya pada H+3 Lebaran, lebih tinggi dibandingkan jumlah penumpang yang berangkat.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan tren tersebut menunjukkan arus balik sudah mulai terbentuk dan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
“Kami melihat tren arus balik sudah mulai terjadi dengan jumlah kedatangan yang lebih tinggi dibanding keberangkatan,” kata Franoto.
Stasiun Pasar Senen dan Gambir masih menjadi titik utama kedatangan penumpang.
Tren serupa juga terjadi di wilayah Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, yang mencatat lebih dari 300 ribu pelanggan menggunakan layanan kereta api selama periode angkutan Lebaran.
Transportasi udara
Dari udara, pergerakan penumpang juga menunjukkan tren peningkatan. Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat hampir dua juta penumpang dilayani selama periode angkutan Lebaran hingga H+3.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan lonjakan penumpang tersebut diikuti dengan peningkatan pergerakan pesawat yang mencapai lebih dari 13 ribu penerbangan.
Ia menyebutkan puncak arus balik di bandara terbesar di Indonesia itu diperkirakan terjadi pada akhir Maret dengan potensi pergerakan hampir 200 ribu penumpang dalam satu hari.
“Hari ini kami merencanakan melayani sekitar 190 ribu penumpang, namun puncaknya tetap diprediksi pada Sabtu, 28 Maret,” katanya.
Menurut dia, meskipun trafik meningkat signifikan, operasional bandara tetap berjalan normal berkat penguatan koordinasi antarinstansi serta optimalisasi layanan terutama di area kedatangan penumpang.
Di tengah tingginya mobilitas tersebut, para operator transportasi terus mengingatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi arahan petugas guna menghindari risiko perjalanan.
Arus balik Lebaran sendiri diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa gelombang hingga awal April, seiring berakhirnya masa libur dan dimulainya kembali aktivitas kerja dan pendidikan.(ant/ree)