news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi polusi udara menghantui wilayah Jakarta.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Saputra

Puncak Arus Balik Lebaran, Kualitas Udara Jakarta Terburuk ke-7 Dunia

Sebagai perbandingan, posisi teratas ditempati oleh Delhi dengan AQI mencapai 198.
Minggu, 29 Maret 2026 - 08:38 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kualitas udara di Jakarta kembali mengalami penurunan saat puncak arus balik Lebaran pada Minggu (29/3/2026) pagi. Kondisi ini dinilai kurang baik, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Mengacu pada data dari IQAir pada pukul 06.00 WIB, ibu kota tercatat menempati posisi ketujuh sebagai kota dengan udara terburuk di dunia. Indeks kualitas udara (AQI) berada di angka 159, yang masuk dalam kategori tidak sehat, dengan konsentrasi partikel halus PM2,5 cukup tinggi.

Sebagai perbandingan, posisi teratas ditempati oleh Delhi dengan AQI mencapai 198. Di bawahnya terdapat Chiang Mai di angka 183, serta Dhaka dengan indeks 174.

Partikel PM2,5 sendiri merupakan polutan udara berukuran sangat kecil—kurang dari 2,5 mikrometer—yang berasal dari debu, asap, hingga sisa pembakaran. Dalam jangka panjang, paparan partikel ini berisiko meningkatkan gangguan kesehatan serius, termasuk penyakit jantung dan paru-paru.

Dalam situasi seperti ini, masyarakat disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker sangat dianjurkan. Selain itu, menjaga kualitas udara dalam ruangan dengan menutup ventilasi terbuka dan menggunakan alat penyaring udara juga menjadi langkah pencegahan yang penting.

Di sisi lain, lonjakan polusi ini terjadi bersamaan dengan tingginya arus balik kendaraan menuju Jakarta. PT Jasa Marga memperkirakan sekitar 285.000 kendaraan kembali ke ibu kota selama periode puncak arus balik gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026.

Kepadatan lalu lintas diprediksi meningkat signifikan pada 29 Maret, terutama jika pergerakan kendaraan pada hari-hari sebelumnya tidak terlalu tinggi. Kondisi ini berpotensi memperparah kualitas udara akibat meningkatnya emisi kendaraan bermotor.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral