- ANTARA/Fathnur Rohman
Target Gila Gubernur Jabar KDM bakal Sulap Cirebon sebagai Kota Wisata Budaya: Harus Jadi Identitas Ekonomi
Ia menekankan untuk mewujudkan hal ini, setidaknya membutuhkan keinginan serius dalam membangun karakter masyarakat.
Ia mencontohkan keberhasilan tata kelola pariwisata di daerah, misalnya Yogyakarta dan Bali. Kedua daerah ini sukses menunjukkan kekuatan karakter masyarakat yang telah dibangun sejak lama.
Identitas yang kuat dapat mengarahkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan hingga budaya.
"Kalau ingin maju, masyarakat juga harus diedukasi bagaimana menciptakan tata kelola pariwisata yang baik. Jogja dan Bali itu kuat karena karakter warganya sudah dibentuk," bebernya.
Ia meyakini Cirebon bisa melakukan penguatan identitas menjaga kebudayaan untuk disulap menjadi pembangunan pariwisata.
"Cirebon memiliki kekuatan besar dari sisi budaya. Ini harus menjadi simbol pembangunan dengan semangat dan kebudayaan Kacirebonan," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, KDM menyinggung terkait pentingnya penjagaan nilai-nilai budaya lokal. Ia mencontohkan "Sampurasun" dan "Kulanun" sebagai tradisi salam khas masyarakat Sunda dan Cirebon.
Ia berpendapat bahwa tradisi salam memberikan cerminan mendalam dalam menjaga nilai utama masyarakat Sunda, di antaranya budi pekerti dan akhlak.
"Intinya adalah penghormatan kepada orang lain. Sampurasun, rampes, atau Kulanun, semuanya memiliki makna yang sama, yaitu menghargai dan memuliakan orang di hadapan kita," tambahnya.
Targetkan Cirebon Jadi Kawasan Kebudayaan pada 2027
Dedi Mulyadi menyampaikan komitmen yang satu ini akan dijalankan pada 2027. Kata dia, Pemprov Jabar masih fokus membangun dan melakukan pemerataan infrastruktur jalan pada 2026.
KDM optimis program memfokuskan 90-100 persen pembangunan infrastruktur akan rampung pada akhir 2026.
Nantinya, Pemprov Jabar bisa beralih fokus pada penguatan branding wilayah berbasis kebudayaan pada 2027, khususnya penataan kawasan perkotaan di Cirebon.
"Kita saat ini masih fokus dulu meratakan infrastruktur jalan di seluruh Jawa Barat. InsyaAllah tahun ini selesai. Tahun depan kita mulai masuk ke tahap mem-branding dan re-branding wilayah berbasis kebudayaan," tukasnya.
(ant/hap)