news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

MoU Indonesia dan Korea Selatan.
Sumber :
  • dok. Kemenko Perekonomian

Indonesia–Korea Selatan Kerja Sama Energi Laut, Anjungan Migas Bekas Disulap Jadi LNG dan CCS

Kerja sama ini juga membuka ruang besar bagi keterlibatan pelaku industri nasional, termasuk Pertamina dan perusahaan swasta
Sabtu, 4 April 2026 - 09:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Indonesia dan Korea Selatan membuka babak baru kerja sama energi dengan menandatangani kesepakatan strategis di sektor industri jasa instalasi lepas pantai.

Langkah ini tidak hanya menyasar penguatan teknologi, tetapi juga mengubah paradigma pengelolaan aset migas dari eksploitasi menjadi pemanfaatan berkelanjutan.

Memorandum of Understanding (MoU) tersebut diteken oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Samudra dan Perikanan Republik Korea Hwang Jongwoo di Seoul, sebagai bagian dari kunjungan resmi pemerintah Indonesia pada 31 Maret–1 April 2026.

Kesepakatan ini kemudian dipertukarkan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam pertemuan bilateral di Blue House, Seoul.

MoU ini mencakup kerja sama strategis mulai dari pengembangan teknologi industri jasa instalasi di perairan, pembongkaran anjungan lepas pantai (decommissioning), hingga pemanfaatan kembali fasilitas migas yang sudah tidak beroperasi.

“MoU ini ditargetkan dapat memperkuat sinergi Indonesia dan Republik Korea dalam pengembangan industri jasa instalasi di perairan, termasuk dalam transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta pembongkaran dan pemanfaatan kembali anjungan lepas pantai pasca-operasional minyak dan gas bumi,” ujar Airlangga, dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).

Salah satu poin paling strategis dalam kerja sama ini adalah rencana pemanfaatan ulang anjungan migas sebagai infrastruktur energi masa depan, seperti terminal LNG dan fasilitas penangkapan serta penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS).

“Pemanfaatan kembali anjungan lepas pantai pasca-operasional minyak dan gas bumi nantinya direncanakan untuk dapat menjadi lokasi LNG Receiving Terminal serta lokasi Carbon Capture and Storage, dan hal ini terbuka bagi para pelaku industri energi nasional,” jelas Airlangga.

Kerja sama ini juga membuka ruang besar bagi keterlibatan pelaku industri nasional, termasuk Pertamina dan perusahaan swasta, untuk masuk dalam proyek-proyek implementasi yang bernilai tinggi di sektor energi.

Selain aspek teknologi dan bisnis, kedua negara juga sepakat memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta komunikasi antara sektor publik dan swasta.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:50
05:20
07:41
02:19
00:36
05:45

Viral