news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pilu, Tangis Keluarga Pecah saat Peti Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Tanah Air.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Pilu, Tangis Keluarga Pecah saat Peti Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Tanah Air

Sanak keluarga yang ditinggalkan menghadiri upacara persemayaman tiga prajurit TNI yang gugur saat menjadi penjaga perdamaian di Lebanon.
Sabtu, 4 April 2026 - 18:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sanak keluarga yang ditinggalkan menghadiri upacara persemayaman tiga prajurit TNI yang gugur saat menjadi penjaga perdamaian di Lebanon.

Kegiatan yang semula diagendakan di Base Ops TNI AU Halim Perdanakusuma, kini diganti di VIP Room Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Banten, Sabtu (4/4/2026).

Pilu tangis keluarga terdengar parau, memenuhi ruangan upacara saat peti jenazah yang dibalut bendera merah putih dibopong oleh prajurit TNI pada pukul 18.22 WIB.

Mereka kemudian memeluk peti mati sembari mengeluarkan seluruh uneg-uneg kepada jenazah. Ruangan berubah sendu, tangisan saling bersahut-sahutan.

Terlihat sejumlah menteri seperti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, hingga beberapa petinggi TNI lainnya.

Sebelumnya, duka mendalam menyelimuti Indonesia setelah tiga prajurit TNI penjaga perdamaian gugur dalam serangan di Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan. Pemerintah menegaskan, proses pemulangan jenazah kini menjadi prioritas nasional, meski harus dilakukan dalam situasi yang jauh dari kata aman.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (3/4/2026), ketiga prajurit tersebut gugur dalam serangan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026 saat menjalankan mandat misi perdamaian dunia.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia dalam serangan di Lebanon pada 29 dan 30 Maret 2026. Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia,” bunyi keterangan tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, upacara pelepasan jenazah telah digelar di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada 2 April 2026. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pasukan UNIFIL, menandai penghormatan dunia atas pengabdian prajurit Indonesia.

Namun, penghormatan itu dibayangi realitas pahit, proses repatriasi berlangsung di tengah ancaman nyata konflik bersenjata yang terus meningkat, terutama di wilayah Lebanon Selatan akibat intensitas serangan Israel.

Dalam kondisi normal, perjalanan Beirut–Jakarta membutuhkan waktu sekitar 17 jam. Kini, perjalanan tersebut berubah menjadi operasi berisiko tinggi, di mana setiap pergerakan harus mempertimbangkan keselamatan di tengah kontak senjata yang masih berlangsung.

“Proses repatriasi dalam situasi konflik memiliki tantangan tersendiri. Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memerlukan waktu setidaknya 17 jam. Namun, saat ini, intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan, tidak hanya menimbulkan keterbatasan pergerakan, tetapi juga menjadikan setiap langkah sebagai pertaruhan keselamatan,” kata keterangan itu.

Tiga prajurit yang gugur adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka menjadi bagian dari misi perdamaian Indonesia di bawah mandat PBB sebuah pengabdian yang kini dikenang sebagai pengorbanan tertinggi.(agr/raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral