- Kolase tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar & ANTARA/Rendra Oxtora
Profil Krisantus Kurniawan, Wagub Kalbar yang Siap Cium Lutut Dedi Mulyadi jika Bisa Bangun Jalan dari APBD Rp6 T
Sintang, tvOnenews.com - Sosok Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan menuai sorotan. Pernyataannya siap mencium lutut Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi bikin heboh.
Pernyataan Krisantus Kurniawan siap berlutut kepada Dedi Mulyadi saat dongkol dengan ucapan warga di Sepauk, Kabupaten Sintang. Kinerja Wagub Kalbar membangun jalan di Kalbar dibandingkan dengan kondisi jalan di Jawa Barat.
Karena kesal, Krisantus melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia akan mencium lutut Dedi Mulyadi (KDM) dengan catatan Gubernur Jabar itu mampu membangun jalan di Kalbar dengan APBD Rp6 triliun.
Ia mengungkapkan pernyataan mencium lutut KDM dalam pidatonya. Kehadirannya untuk membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026).
"Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp6 triliun buat bangun (seluruh jalan) Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya," ucap Krisantus dikutip, Sabtu (11/4/2026).
- Tim Humas Wagub Kalbar
Ia memahami banyak video keluhan dari warga. Ia pun melihat langsung terkait jalan rusak di sejumlah wilayah di Kalbar, mulai dari Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.
Dalam video keluhan yang viral di TikTok, ia kesal kondisi jalan yang rusak di Kalbar justru dibandingkan dengan provinsi lain, terutama infrastruktur di Jawa Barat.
"Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali orang Sapauk. Saya tidak tahu itu orang Sepauk asli atau bukan. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat," terangnya.
Menurutnya, perbandingan itu tidak bisa disamakan. Kondisi jalan di Kalbar tentu berbeda terutama dari segi perbedaan luas wilayah yang membutuhkan jumlah anggaran lebih besar.
Ia membeberkan luas Jabar sekitar 43 ribu kilometer persegi. APBD yang digunakan membangun jalan sebesar Rp31 triliun.
Sementara, luas wilayah Kalbar, kata dia, sekitar 171 ribu kilometer persegi. Namun APBD untuk menopang pembangunan jalan hanya sekitar lebih dari Rp6 triliun.
"Dalam video itu, ada yang pinjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan. Suruh dia jadi Gubernur Kalbar, bertukar kita. Saya mau lihat, kalau bisa bangun Kalbar pakai APBD enam triliun, kucium lututnya," katanya dengan menohok.
"Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Jadi, masyarakat jangan sampai gagal paham. Itu sebenarnya yang terjadi," sambungnya.
Sontak, pernyataan itu belakangan ini viral di media sosial. Bahkan, tak sedikit publik penasaran seperti apa profil dan rekam jejak Krisantus Kurniawan.
Profil Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan
- Instagram/@krisantus_kurniawan
Berdasarkan hasil rekapan tvOnenews.com dari berbagai sumber, berikut profil, rekam jejak hingga harta kekayaan Krisantus Kurniawan.
Krisantus Kurniawan dikenal sebagai sosok Wagub Kalbar. Ia lahir di Nanga Layung, Sintang, Kalimantan Barat pada 3 Juni 1969.
Terkait rekam jejaknya sebelum berkcimpung di dunia politik, Krisantus Kurniawan memulai perjalanan kariernya di sejumlah perusahaan ternama.
Krisantus pernah bekerja di Rokan Group Holding Company. Hal itu terjadi sebelum bergelut sebagai kontraktor di sejumlah perusahaan.
Jejak Krisantus bekerja di perusahaan yang bergerak utama di bidang perkebunan sawit sangat berpengaruh dalam membangun fondasi kariernya.
Setelah itu, Krisantus Kurniawan menjadi kontraktor PT Sime Indo Argo (1995-1997), PT Mitra Austral Sejahtera (1997–1998), dan PT PTPN XIII (1998–1999).
Adapun kariernya di dunia politik, Krisantus memulai perjalanan ini sebagai anggota DPRD Kabupaten Sanggau (1999-2004). Dari sinilah membuat ia semakin melangkah ke jenjang lebih tinggi.
Krisantus juga pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat (2009-2019). Selepas itu, ia berhasil menjabat sebagai anggota DPR RI sejak 2019.
Di momen ini, Krisantus sukses menunjukkan gaya kepemimpinannya. Hal ini membuat ia mampu membangun kepercayaan masyarakat kepada dirinya selama berperan di legislatif.
Seiring berjalannya waktu, Krisantus Kurniawan dikenal sebagai politisi PDI Perjuangan (PDIP) yang maju sebagai calon Wagub Kalbar. Tugasnya mendampingi Ria Norsan sebagai calon Gubernur Kalbar.
Dalam hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar 2024, pasangan nomor urut dua ini memperoleh 2.364.563 suara (sekitar 52,80 persen). Hasil ini membuat ia terpilih sebagai Wagub Kalbar dan Ria Norsan menjadi Gubernur Kalbar.
Krisantus sukses menjadi figur yang peduli terhadap beberapa isu. Mulai dari pembangunan daerah, pengelolaan sumber daya alam (SDA) hingga kesejahteraan masyarakat.
Di balik kesuksesan kariernya di dunia politik, ia mempunyai catatan riwayat pendidikan yang cukup mentereng. Ia memulai pendidikan dasar di SD Negeri Nasepauk dari 1976-1982.
Setelah lulus dari SD, Krisantus menempuh tingkat pendidikan di SMP hingga SMA Swasta Panca Setya Sintang. Hal itu terjadi mulai dari 1982-1985 dan 1985-1988.
Krisantus tampak belum puas dengan pendidikannya. Ia menunjukkan semangat belajar untuk melajut ke jenjang perguruan tinggi.
Pada 1998-2002, Krisantus sukses menyabet gelar S1 di Universitas Terbuka (UT). Kemudian pada 2002-2005, ia sukses mendapat gelar S2 di Universitas Tanjungpura.
Dengan bekal pendidikan, Krisantus bisa memperbanyak ilmu pengetahuannya. Selain itu, ia juga dapat menumbuhkan kemampuan kepemimpinan.
Tak ayal, catatan riwayat organisasi Krisantus Kurniawan tidak dianggap sembarangan. Hal ini menjadi tanda dirinya menerapkan simbol kepemimpinan secara inklusif dan aspiratif.
Riwayat organisasi Krisantus Kurniawan sebagai berikut:
- Koordinator Bidang Hubungan Luar Negeri dan Internasional MADN
- Penasihat Dewan Adat Dayak Kecamatan Parindu
- Penasihat PWK Kabupaten Sanggau
- Pembina IMI Kabupaten Sanggau
- Ketua PAC PDI Perjuangan
- Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau
- Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau
Harta Kekayaan Krisantus Kurniawan
Merujuk dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 30 Maret 2025, harta Krisantus tercatat mencapai Rp3.863.000.000.
Rincian harta kekayaan Krisantus terdiri dari aset Tanah dan Bangunan (Rp1.200.000.000), Alat Transportasi dan Mesin (Rp963.000.000), dan Kas dan Setara Kas (Rp1.700.000.000).
(hap)