news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ahmad Sahroni.
Sumber :
  • ANTARA

Diperas KPK Gadungan, Sahroni Ngaku Heran Jadi Target: Dipikir Gua Banyak Duit Kali Ya

Ahmad Sahroni heran mengapa dirinya dijadikan target dugaan pemerasan bermodus memakai nama KPK. Ia menduga pelaku menyasar dirinya karena dianggap memiliki banyak uang.
Sabtu, 11 April 2026 - 17:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengaku menjadi korban permintaan uang Rp300 juta oleh oknum yang mengatasnamakan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia pun heran mengapa dirinya dijadikan target. Sahroni menduga pelaku menyasar dirinya karena dianggap memiliki banyak uang.

"Kagak ngarti, dipikir gua banyak duit kali ya, udahlah Sahroni aja lah katanya gitu," ujar Sahroni di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Selain itu, ia juga menilai namanya yang sempat viral bisa menjadi salah satu alasan dirinya diincar pelaku.

Kasus ini, kata Sahroni, menjadi peringatan serius bagi pejabat maupun masyarakat luas.

Ia mengingatkan agar waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mencatut nama lembaga negara.

"Pas kita terbang besok paginya ke kunker ke Bali, saya sampaikan sama teman-teman, teman-teman agak kaget juga, berani juga dia masuk ke gedung DPR gitu. Dan ini sebenarnya buat juga penyampaian informasi kepada semua ruang publik, baik pejabat atau swasta, banyak sekali model penipuan yang mengatasnamakan pimpinan lembaga. Jadi mesti hati-hati kita," katanya.

Ia menegaskan kasus ini harus diproses secara hukum agar memberikan efek jera dan tidak terulang kembali.

"Kayaknya harus melalui proses jalur hukum karena ini harus diadili, enggak boleh, bahaya ini. Ini kan rangkaian di mana juga perilaku orang masih banyak mungkin dia begini-begini gitu. Kalau ke pejabat aja berani apalagi sama orang biasa. Makanya kita mau ngajarin ini jangan sampai terulang ke tetep waspada kepada semua pihak," tegasnya.

Sahroni juga mengungkap pelaku kini sudah ditangkap dan berstatus tersangka. Pelaku merupakan seorang perempuan paruh baya berinisial D.

Saat pertama bertemu, ia mengaku tidak menaruh kecurigaan terhadap pelaku karena penampilannya terlihat biasa.

"Ya kalau ngelihat gaya ya normal aja, enggak ada yang biasa, orang dandan-dandan juga gitu. Kan orang berparas kalau PD kan orang 'Oh gini banget nih'. Makanya gua ketemunya cuma dua menit," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dikabarkan menjasi korban penipuan dan pemerasan. Uang Rp 300 juta raib dibawa pelaku yang mengaku bisa mengurus perkara. 

Laporan penipuan itu diterima Polda Metro Jaya pada 9 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pelaku mencatut nama institusi tertentu dan menjanjikan bisa mengurus perkara.

"Ada laporan tersebut tentang pengancaman dan pemerasan yang diduga sebagai orang yang mengatasnamakan salah satu lembaga publik terkait tentang pengurusan perkara,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).

Ahmad Sahroni menyerahkan ratusan juta untuk mengurus perkara. Setelah menyerahkan uang, korban justru diancam. 

”Sudah (diserahkan) Rp 300 juta. Makanya ada pemerasan dan pengancaman itu," ucapnya. 

Polisi masih mendalami laporan penipuan dan pemerasan. Termasuk menelusuri informasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya dikabarkan menangkap empat orang pelaku penipuan dengan modus yang sama. 

“Kami mohon waktu, ini masih didalami apakah ada kaitan atau satu kesatuan (perkaranya),” kata Budi. 

Penyidik kepolisian baru menerima laporan sehingga bukti-bukti masih terus dikumpulkan. Dugaan keterkaitan dengan pihak lain juga belum dipastikan. 

"Perkaranya baru, baru tadi malam dilaporkan,” ucapnya. (rpi/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral