- istimewa
UIB Jadi Langkah Strategis Pemerataan Pendidikan Tinggi di Bogor, Wakil Bupati hingga DPR Beri Pesan Menohok
Untuk diketahui, perjalanan Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami menjadi Universitas Islam Bogor (UIB) menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan berbasis pesantren mampu berkembang pesat sekaligus mendorong pemerataan pendidikan tinggi, khususnya di wilayah Bogor Barat.
Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami, KH Saiful Falah menjelaskan bahwa pesantren ini didirikan pada 1993 oleh KH Helmi Abdul Mubin, Lc, dengan jumlah santri awal hanya sekitar 20 orang.
Seiring waktu, jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai lebih dari 4.000 santri sebelum beliau wafat pada 2025.
“Perjuangan beliau luar biasa. Salah satu cita-citanya adalah mendirikan perguruan tinggi, dan itu terwujud pada 2016 dengan berdirinya Institut Ummul Quro Al Islami,” ujar KH Saiful Falah.
Rektor UIB, KH Syamsul Rizal menambahkan bahwa dari sisi infrastruktur, perkembangan lembaga ini juga sangat signifikan. Dari lahan awal sekitar 1.500 meter persegi, kini kawasan pesantren telah berkembang menjadi hampir 13 hektare, dengan kampus utama sekitar 3 hektare.
“Di dalamnya sudah ada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pesantren, pendidikan dasar, hingga perguruan tinggi,” jelas KH Syamsul Rizal.
Sejak awal, pendiri memiliki visi besar untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berbasis keagamaan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan zaman. Salah satu gagasan utama yang terus diwariskan adalah pendirian Fakultas Kedokteran.
Menurut Syamsul Rizal, cita-cita tersebut berangkat dari pengalaman pendiri yang melihat langsung keterbatasan tenaga medis di daerah pelosok.
“Beliau ingin ada santri yang menjadi dokter dan bisa mengabdi ke daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga kesehatan,” ungkap KH Syamsul Rizal.
Transformasi menjadi Universitas Islam Bogor pada 2026 menjadi langkah strategis untuk memperluas cakupan pendidikan. Dengan status universitas, UIB kini membuka peluang pengembangan program studi umum berbasis sains dan teknologi (STEM), tanpa meninggalkan kekuatan di bidang keislaman.
Saat ini, UIB telah memiliki sembilan program studi keislaman, dua program pascasarjana, serta tujuh program studi umum, termasuk administrasi kesehatan. Selain itu, yayasan juga telah memiliki fasilitas pendukung seperti klinik kesehatan dan akademi kebidanan.