- kemenagjabar
Reaksi Kemenag Jabar setelah Dedi Mulyadi Mengajak Gen Z Menikah di KUA
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi belum lama ini mengimbau agar anak-anak muda bisa menikah di KUA saja.
Ajakan tersebut menuai respons positif, salah satunya dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Dedi Mulyadi mengajak nikah sederhana endingnya bisa punya rumah sendiri.
Dalam keterangannya, Kakanwil Dudu Rohman mengapresiasi langkah Pemerintah dalam memperkuat pelayanan keagamaan, khususnya di bidang layanan pernikahan.
- Antara
Dengan imbauan tersebut, Pemprov bakal menyediakan fasilitas aula akad nikah di setiap kabupaten/kota. Dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan Kantor Urusan Agama (KUA).
“Kami menyambut baik program Bapak Gubernur dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan keagamaan, khususnya ibadah nikah. Ini jadi upaya konkret dalam mendorong peningkatan kualitas layanan KUA di Jawa Barat,” ujar Dudu, dikutip dari laman jabar.kemenag.go.id, Kamis, (16/4).
Lebih lanjut, kata Dudu dengan kehadiran aula nikah yang representatif serta ditata dengan kearifan lokal, diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melaksanakan akad nikah di KUA, khususnya pada hari kerja.
“Dengan fasilitas yang memadai, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat. Ini tentu menjadi solusi, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi,” jelas Dudu.
Perlu diketahui, pelaksanaan pernikahan di KUA pada hari kerja tidak dipungut biaya. Sementara itu, pernikahan yang dilaksanakan di luar KUA atau pada hari libur dikenakan biaya sebesar Rp600.000 yang disetorkan ke kas negara.
- kemenagjabar
Sebelumnya, Kang Dedi Mulyadi mendorong pasangan generasi muda di Jawa Barat untuk mengutamakan kepemilikan hunian, dibandingkan pengeluaran besar untuk pesta pernikahan semalam.
"Daripada habis untuk pesta yang hanya semalam, lebih baik digunakan untuk memiliki rumah. Menjadi raja semalam di pelaminan tidak sebanding dengan kepastian memiliki tempat tinggal,” katanya dikutip dari Antara.
Lebih lanjut kata Gubernur Jawa Barat tersebut, perlu adanya perubahan orientasi dalam memulai kehidupan rumah tangga.