news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Industri Jatim Tertekan Gejolak Global, Emil Dardak: Sektor Plastik Paling Terdampak, Harga Melonjak Tajam.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Industri Jatim Tertekan Gejolak Global, Emil Dardak: Sektor Plastik Paling Terdampak, Harga Melonjak Tajam

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengungkapkan, industri plastik menjadi sektor yang paling terpukul akibat lonjakan harga bahan baku yang dipicu gangguan rantai pasok energi dunia.
Kamis, 16 April 2026 - 22:33 WIB
Reporter:
Editor :

Nganjuk, tvOnenews.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengungkapkan, industri plastik menjadi sektor yang paling terpukul akibat lonjakan harga bahan baku yang dipicu gangguan rantai pasok energi dunia.

“Plastik, plastik berdampak ya pada plastik,” ujar Emil saat ditemui di Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Kamis (16/4/2026).

Tekanan terhadap industri ini tidak lepas dari dinamika geopolitik global yang mengganggu jalur distribusi energi, termasuk di kawasan strategis seperti Selat Hormuz. Dampaknya merembet ke lonjakan harga minyak mentah dan nafta bahan baku utama industri petrokimia.

Data menunjukkan, harga nafta melonjak hingga hampir 45 persen, sementara resin PET naik hingga 60 persen. Kondisi ini memaksa produsen kemasan memangkas kapasitas produksi sebesar 20–30 persen, yang kemudian berdampak pada lonjakan harga kemasan hingga 100–150 persen.

Meski demikian, Emil menegaskan bahwa pelaku industri di Jawa Timur tidak sepenuhnya terkejut menghadapi situasi ini. Sejak tahun lalu, mereka telah mulai melakukan langkah antisipatif melalui diversifikasi pasar ekspor.

“Kemudian tentunya industri kita sebenarnya sejak tahun lalu itu sudah mulai melakukan diversifikasi pasar tujuan ekspor karena adanya perang dagang,” jelasnya.

“Jadi upaya untuk diversifikasi ini sudah berjalan, jadi bukan sesuatu yang baru dimulai. Sehingga dalam komunikasi kami yang memang menjadi concern saat ini adalah plastik karena plastik ini mengalami peningkatan harga yang paling terlihat, paling signifikan,” lanjut dia.

Pemerintah daerah, kata Emil, tidak dalam posisi menanggung langsung kerugian pelaku usaha. Namun, peran fasilitator tetap dijalankan untuk menjaga stabilitas industri, terutama jika dampak meluas ke sektor ketenagakerjaan.

“Tugas kami sebagai pemerintah tentu adalah selalu siap untuk memberikan, mereka tidak pernah kemudian ‘Pak kalau produk saya nggak ada yang beli Bapak yang beli’, nggak pernah begitu ya,” tegasnya.

“Kalau itu berdampak pada ketenagakerjaan maka kami harus siap untuk memediasi situasi tersebut,” sambung Emil.

Selain itu, Pemprov Jatim juga membuka jalur komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari perwakilan negara asing hingga otoritas keuangan seperti perbankan, untuk meredam dampak lanjutan.

“Kalau itu ada dampaknya dalam kaitan dengan komunikasi dengan perwakilan Indonesia atau perwakilan negara asing yang ada di sini maka kita harus bisa memediasi kira-kira begitu. Atau kalau ada urusannya dengan perbankan maka biasanya kita berkomunikasi dengan OJK dan Bank Indonesia,” tandas dia.

Lonjakan harga bahan baku yang melampaui batas normal ini menjadi peringatan serius bagi ketahanan industri daerah. Meski pelaku usaha dinilai cukup adaptif, tekanan berkepanjangan berpotensi memicu efek domino, mulai dari penurunan produksi hingga ancaman terhadap tenaga kerja.(agr/raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:48
03:17
02:49
02:06
01:42
02:02

Viral