- jabarprov
Reaksi Dedi Mulyadi setelah Kebijakannya Dikritik, Tegaskan Revitalisasi Gedung Sate punya Manfaat
"Nanti ke depan Jalan Diponegoro tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh kegiatan di depan Gedung Sate," ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dalam laman jabarprov.
"Halamannya nanti terbuka lebih luas dan lebar," kata KDM.
Respons Pakar soal Revitalisasi Gedung Sate
Selain dari Ketua Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (Bandung Heritage), Aji Bimarsono. Ada juga kritikan dari Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB Harun Al Rasyid Lubis yang mewanti-wanti tidak hanya didasari ide sesaat tanpa basis Urban Design Guideline (UDGL) yang solid.
Menurutnya, pemerintah harus melakukan penataan secara makro terhadap gedung-gedung publik bersejarah agar identitas kota tetap terjaga dan fungsional secara modern.
Namun ia menilai sah-sah saja jika Gubernur ingin menciptakan plaza luas layaknya konsep Transit Oriented Development (TOD), namun syarat mutlaknya tetap.
Dengan ketersediaan rencana spasial dan transportasi yang terintegrasi dalam diameter kawasan yang jelas.
"Perencanaan itu kan ada yang sangat tinggi namanya tata ruang, lalu ada rencana spasial, transportasi, lalu yang paling bawah itu namanya urban design. Ada enggak selama ini?," kata Harun dikutip dari Antara.(klw)