- Antara
Belasan ASN Pemkab Ponorogo Ajukan Cuti Barengan dan Bakal Pamit 50 Hari, Ada Apa?
Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 16 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ponorogo, Jawa Timur telah resmi mengajukan cuti besar guna melaksanakan ibadah haji pada tahun 2026 mendatang.
Kabid Pembinaan, Penilaian Kinerja, dan Kesejahteraan ASN BKPSDM Ponorogo, Denik Silvia Kusumaputri, mengungkapkan fakta menarik bahwa mayoritas pemohon berasal dari sektor pendidikan.
“Hampir 50 persen yang mengajukan cuti untuk berhaji ini adalah guru,” jelas Denik saat ditemui di Ponorogo, Minggu (19/4).
Menurut data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, para ASN ini akan mulai menanggalkan tugas kedinasannya sementara waktu terhitung sejak 26 April.
Mereka diperkirakan baru akan kembali masuk kantor pada bulan Juni setelah merampungkan seluruh prosesi ibadah di Tanah Suci.
Durasi cuti yang diambil cukup panjang, yakni berkisar antara 40 hingga 50 hari, tergantung pada jadwal kloter keberangkatan masing-masing individu.
Denik memprediksi angka 16 orang tersebut masih sangat dinamis dan berpeluang besar untuk terus bertambah seiring semakin dekatnya hari keberangkatan.
“Berdasarkan tahun sebelumnya, mendekati keberangkatan jumlah pengajuan bakal meningkat,” tambahnya.
Sebagai gambaran, pada musim haji tahun lalu, jumlah ASN Ponorogo yang berangkat mencapai 27 orang.
Untuk memastikan pelayanan publik tidak terganggu, BKPSDM mewajibkan setiap ASN menempuh prosedur resmi, yakni melalui aplikasi kepegawaian dengan melampirkan surat keterangan dari instansi asal.
Pihak BKPSDM juga memberikan peringatan agar para calon jemaah haji dari kalangan ASN segera menyelesaikan urusan administrasinya.
Batas waktu pengajuan cuti diharapkan sudah masuk paling lambat dua minggu sebelum jadwal keberangkatan agar koordinasi terkait petugas pengganti bisa segera diatur.
“Kami berharap yang belum mengajukan cuti segera diajukan agar bisa dikondisikan penggantinya,” ujar Denik. (ant/dpi)