- Antara
Pelaku Curanmor Tewas Diamuk Massa Usai Kepergok Mencuri di Kebayoran Lama, Polisi: Diduga Beraksi Dua Kali dalam Sebulan
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pria diduga pelaku pencurian sepeda motor atau curanmor tewas akibat diamuk massa, usai kepergok saat beraksi di Jalan Jiban II, RT.008 RW.01, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jumat (17/4/2026).
Peristiwa ini diunggah dalam akun media sosial Instagram @radiodalam_jaksel. Terlihat terduga pelaku lari di perkarangan rumah warga dan dikejar oleh warga di tempat kejadian perkara (TKP).
Kemudian terduga pelaku berhasil diamankan dan langsung diamuk massa. Kepala terduga pelaku ditendang berkali-kali hingga tak berdaya.
Terkait hal ini, Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama, AKP Ivo Amelia, mengatakan, insiden pencurian terjadi pada Jumat (17/4/2026) sekitar jam 00:30 WIB.
“Pelakunya sudah meninggal di Rumah Sakit Kramat Jati. Pas kita di situ (lokasi) kita bawa ke Kramat Jati, pas sudah sampai, anggota kita dapat informasi kalau pelakunya meninggal. Iya (meninggalnya), karena warga,” ucap Ivo, kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Ivo menerangkan, peristiwa ini diketahui usai adanya laporan dari warga terkait pelaku pencurian motor yang diamankan oleh masyarakat setempat. Diduga pelaku diketahui telah melancarkan aksinya sebanyak dua kali dalam sebulan.
“Terus masyarakat menganggap orang tersebut sudah melakukan pencurian motor dalam satu bulan itu dua kali gitu lho anggapan masyarakat. Karena dilihat dari CCTV yang pertama itu sama orang wajahnya, ciri-ciri nya sama,” katanya.
“Jadi mungkin masyarakat geram terus itu diamankan yang ramai-ramai. Pas kita datang, kepolisian datang ke tempat pelaku sudah babak belur. Terus kita langsung bawa karena takutnya pelakunya sudah sekarat kan, kita langsung polisi langsung bawa ke Kramat Jati gitu,” lanjutnya.
Sementara itu, Ivo menerangkan, dari penangkapan ini, pihak kepolisian juga menemukan barang bukti berupa kunci T, dan beberapa kunci-kunci motor.
Lebih lanjut Ivo menegaskan, terduga pelaku dipastikan beraksi seorang diri. Namun, saat ini masih didalami terkait ada atau tidaknya pelaku lain yang terlibat dalam peristiwa ini.
“Di CCTV itu sendirian, kita liatnya satu orang ya. Kalau komplotannya kita kan masih penyelidikan ya, karena pelakunya meninggal,” jelas Ivo. (ars/iwh)