- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Gaji 3.823 Honorer Jabar Belum Dibayar Dua Bulan, Dedi Mulyadi Segera Ambil Langkah Jemput Bola Temui Menteri PANRB
Jakarta, tvOnenews.com - Nasib ribuan tenaga honorer di Jawa Barat berada di ujung tanduk. Ribuan guru hingga tenaga administratif honorer di Jawa Barat disebut-sebut belum menerima upah periode Maret dan April 2026.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, tercatat 3.823 tenaga honorer guru dan administratif yang saat ini terdampak.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi segera mengambil langkah jemput bola.
Kang Dedi Mulyadi atau KDM akan segera menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini untuk mencairkan gaji 3.823 tenaga honorer yang terhambat regulasi pusat.
Di sisi lain, dia menegaskan anggaran untuk pembayaran tersebut sebenarnya telah tersedia.
"Uangnya ada, sudah teralokasikan, tetapi ada edaran Menteri PANRB yang menyatakan kita tidak boleh membayarkan gaji pegawai honorer. Nanti kalau dibayarkan ada penyimpangan keuangan," katanya, Jumat (25/4/2026).
Adapun persoalan ini berakar dari aturan yang melarang pemerintah daerah mempekerjakan tenaga honorer setelah pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Hal ini memicu kebuntuan. Sebab, di lain sisi, sekolah di lapangan masih sangat bergantung pada tenaga non-ASN seperti guru honorer, petugas tata usaha (TU) hingga tenaga kebersihan.
"Tenaga guru honorer termasuk pegawai yang bekerja di bagian administrasI, tata usaha serta tenaga kebersihan masih sangat dibutuhkan," terangnya.
Melalui pertemuan dengan Menteri PANRB, KDM berharap ada solusi teknis atau diskresi agar hak ribuan tenaga honorer bisa segera dibayarkan tanpa risiko pelanggaran administratif. (ant/nsi)