- DPR RI
Demi Perkuat Ketahanan Energi, Komisi XII DPR RI Dorong Transaksi Batu Bara DMO Gunakan Rupiah
Jakarta, tvOnenews.com - Penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi sekaligus ketahanan energi nasional.
Hal itu diungkap oleh anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Demokrat, Sartono Hutomo, pada Minggu (26/4/2026).
Terutama, kata Sartono di tengah ketergantungan sektor minyak dan gas terhadap dinamika global.
“Penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi batu bara dapat dipertimbangkan sebagai strategi jangka pendek untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal. Hal tersebut perlu dipertimbangkan dan diperhitungkan dengan bijaksana,” ujar Sartono.
Sartono mengatakan transaksi batu bara untuk pembangkitan listrik nasional melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) lebih efisien dibandingkan minyak dan gas, karena didukung pasokan domestik yang kuat serta lebih memungkinkan menggunakan rupiah.
“Batu bara dinilai lebih realistis diterapkan dibandingkan minyak dan gas karena Indonesia memiliki cadangan dan produksi domestik yang besar,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat transaksi batu bara untuk kebutuhan domestik dinilai lebih efisien sekaligus berpotensi memperkuat kedaulatan energi nasional.
Sebaliknya, minyak dan gas masih sangat bergantung pada dinamika pasar global sehingga penerapan transaksi menggunakan rupiah menjadi lebih kompleks.
“Dengan demikian, penggunaan rupiah dalam transaksi batu bara bisa menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya. (muu)