news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi- Petugas saat menyiapkan hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG)..
Sumber :
  • Antara

Bapanas Minta Program MBG Lebih Tertib dan Bebas dari Keracunan, Perkuat Pengawasan hingga Laboratorium Keliling

Bapanas bersama Kementerian Pertanian terus memberikan bimbingan teknis kepada SPPG dan SPPI guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program tersebut.
Minggu, 26 April 2026 - 15:06 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menekankan pentingnya penataan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan lebih rapi dan bebas dari kasus keracunan pangan.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menyampaikan, pihaknya bersama Kementerian Pertanian terus memberikan bimbingan teknis kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program tersebut.

“Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional turut andil dalam memberikan bimbingan teknis kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), kepada SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia), sehingga diharapkan program makan bergizi gratis ini ke depan dapat lebih tertib kemudian tanpa adanya lagi isu kaitan dengan keracunan,” ucapnya dalam agenda APPMBGI National Summit 2026: Dari Pangan Bergizi Menuju Kecerdasan Bangsa, dikutip di Jakarta, Minggu.

Program MBG merupakan salah satu inisiatif pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk membentuk generasi unggul sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

Dalam implementasinya, Kementerian Pertanian dan Bapanas memegang peran sebagai penyedia utama bahan pangan pokok. Komoditas yang disiapkan meliputi beras, jagung, kedelai, telur ayam, daging ayam, daging sapi, daging kerbau, cabai, bawang, gula, hingga garam.

Ketersediaan tersebut menunjukkan bahwa sedikitnya 11 komoditas pangan strategis berada dalam kondisi surplus, sehingga memperkuat ketahanan pasokan untuk mendukung program MBG.

Selain itu, pemerintah juga menitikberatkan pada optimalisasi pangan lokal serta efisiensi rantai distribusi. Melalui koordinasi dengan SPPG, jalur distribusi dipangkas agar lebih singkat dan efisien.

Skema ini memungkinkan petani terhubung langsung dengan mitra penyedia makanan, sehingga harga bahan baku menjadi lebih kompetitif tanpa mengorbankan kualitas dan kesegaran produk.

Upaya tersebut sekaligus mendorong pergerakan ekonomi desa melalui pemberdayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai penghubung antara produsen lokal dan dapur penyedia MBG.

Sarwo Edhy menegaskan, aspek keamanan dan mutu pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program. Bapanas telah menyiapkan laboratorium bergerak untuk melakukan pengujian bahan baku secara langsung di setiap SPPG guna mencegah potensi keracunan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral