- istimewa
Bos Buruh Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Berikut Profil dan Sepak Terjang Jumhur Hidayat
Sikap kritis tersebut membuatnya kembali berhadapan dengan hukum dan dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan.
Kemudian, pada tahun 2007, ia diangkat sebagai kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), yang kini dikenal sebagai BP2MI. Lembaga ini berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.
Salah satu tugas utama lembaga tersebut adalah melindungi tenaga kerja Indonesia di luar negeri serta memberantas praktik perdagangan manusia.
Selain aktif sebagai aktivis dan pejabat publik, Jumhur Hidayat juga dikenal sebagai penulis.
Ia telah menghasilkan sejumlah buku, di antaranya Jujur Terhadap Habibie (1999), Surat-Surat dari Penjara (2000), Manifesto Kekuatan Ketiga (2002), serta Menggugat Rezim Anti Demokrasi yang merupakan pembelaannya di pengadilan. Karya terbarunya berjudul Bumiputera Menggugat (2022), sementara buku Pikiran-Pikiran dari Penjara masih dalam proses penerbitan.
Profil Jumhur Hidayat menunjukkan perjalanan panjang seorang aktivis yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial, hak buruh, serta demokrasi.
Dari dunia mahasiswa hingga panggung internasional dan pemerintahan, kontribusinya mencerminkan komitmen yang kuat terhadap perubahan.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik menteri lingkungan hidup sekaligus kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup yang baru, yakni tokoh buruh Jumhur Hidayat, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
Pelantikan Jumhur berlangsung pada Senin (27/4/2026) di Istana Negara, Jakarta Pusat, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51 P tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Dalam prosesi tersebut, Jumhur mengucapkan sumpah jabatan yang terlebih dahulu dibacakan oleh Presiden Prabowo Subianto. (aag)