- Antara
Sikapi Korban Kecelakaan KRL dari Perempuan, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong Segera Perbaiki Transportasi Publik
"Itu kepergiannya selalu mampu menyentuh hati kita. Saya aja barangkali enggak kenal, enggak pernah lihat, enggak pernah bertemu tapi tersentuh," jelasnya.
Apa Saja Bantuan dari Pemprov Jabar?
Kemudian, pria berusia 55 tahun ini menyampaikan bantuan dari Pemprov Jabar. Kata dia, pemerintah memberikan jaminan biaya medis untuk para korban.
Di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026), Dedi Mulyadi memastikan biaya pengobatan para korban yang kurang akan dibantu oleh Pemprov Jabar.
KDM menyebut bantuan kompensasi dari Pemprov Jabar. Ia mengungkapkan setidaknya pemerintah menyediakan Rp20 miliar untuk kebutuhan biaya pengobatan para korban.
"Kalau ada pasien yang pembayarannya kurang, nanti bisa terkompensasi dari dana Rp20 miliar yang kita siapkan," terangnya.
Sementara, para korban juga mendapatkan bantuan santunan sebanyak Rp10 juta. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para korban ketika tidak bisa bekerja.
Ia menambahkan, santunan untuk para korban meninggal dunia, Pemprov Jabar menyalurkan santunan sebanyak Rp50 juta. Ia menegaskan, pemerintah juga akan menambahkan bantuan Rp15 juta sebagai dukungan penanganan di rumah sakit.
Diketahui, peristiwa kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur mengguncang publik. Awal mula insiden ini diduga akibat taksi online mogok di tengah perlintasan sebidang di Jalan Ampera Bekasi.
Rangkaian KRL harus dievakuasi. PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) harus menetapkan statusnya sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181.
Peristiwa KRL kode 5181 tertemper taksi membuat rangkaian KRL kode PLB 5568 berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun keputusan ini mengakibatkan KA Argo Bromo Anggrek menembus gerbong belakang KRL khusus wanita.
Daftar 16 nama korban meninggal dunia, di antaranya Nur Alimantun Citra Lestari (19), Farida Utami (50), Vica Acnia Fratiwi (23), Ida Nuraida (48), Gita Septia Wardany (20), Arinjani Novita Sari (25), Nur Ainia Eka Rahmadhyyna, Tutik Anitasari (31), Harum Anjasari (27), Fatmawati Rahmayani (29), Nuryati (41), Nurlaela (39), Enggar Retno Krisjayanti (35), Mia Citra Rumaisha (25), Ristuti Kustirahayu, Adelia Rifani.
Sementara, kecelakaan KRL di Bekasi Timur juga mengakibatkan sekitar 90 orang luka. Adapun total keseluruhan korban insiden ini sebanyak 106 orang.
(hap)