- Antara
Terpopuler News: Jawaban Mendikti Saintek Soal Isu Penutupan Program Studi, hingga Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek
tvOnenews.com - Kabar mengenai jawaban Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yulianto mengenai isu penutupan program studi di perguruan tinggi.
Hingga, pengakuan masinis KA Argo Bromo Anggrek saat tragedi maut kecelakaan dengan KRL.
Kedua informasi tersebut menjadi News Terpopuler di tvOnenews.com pada Rabu, 29 April 2026. Simak rangkuman beritanya berikut ini.
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jawaban Mendikti Saintek Isu Penutupan Program Studi
Setelah beredarnya isu rencana penutupan program studi di perguruan tinggi, kini Mendikti Saintek akhirnya angkat bicara.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yulianto menegaskan pemerintah tidak berencana menutup program studi di perguruan tinggi yang dinilai tidak relevan.
Ia memastikan akan melakukan pembaruan dan pengembangan prodi agar sesuai kebutuhan zaman.
Contohnya, pada bidang teknik elektro yang kini menghadapi kebutuhan baru dari dunia industri, termasuk integrasi teknologi berbasis internet atau Internet of Things yang belum menjadi fokus utama pembelajaran.
“Dulu belum ada IoT, sekarang ada IoT. Jadi alih-alih menutup prodi, yang kita dorong adalah bersama-sama dengan perguruan tinggi itu membuat supaya prodi ini meng-update secara berkala relevansi antara apa yang diajarkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Brian Yulianto, pada Rabu (29/4/2026).
Simak berita selengkapnya: Mendiktisaintek Pastikan Tidak Ada Rencana Penutupan Program Studi: Bukan Ditutup, tapi Diperbarui
- Syifa Aulia-tvOne
Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek
Masinis Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek, Nofiandri sempat memberikan pengakuan terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).
Dalam pengakuannya, sesaat setelah kejadian Nofiandri memberikan kesaksian krusial yang mengarah pada dugaan malfungsi sistem persinyalan sebelum benturan terjadi.
Nofiandri menyebutkan bahwa kondisi jalur saat ia melaju seharusnya aman. Namun, ia dikejutkan dengan perubahan warna sinyal secara mendadak yang tidak sesuai dengan prosedur operasional standar.
“Dari Bekasinya hijau. Harusnya sini maksimal kuning, tidak bisa merah,” ujar Nofiandri ketika dimintai keterangan di lokasi kejadian oleh pemilik kanal YouTube @trainspotter_id.
Simak berita selengkapnya: Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-tiba Merah
(kmr)