news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Hari Buruh Internasional (May Day).
Sumber :
  • Ilustrasi AI/ChatGPT

May Day 2026 Dijaga 24.980 Personel, Distribusi Sembako Jadi Titik Pengamanan Paling Vital

Hampir 25 ribu personel gabungan amankan May Day 2026 di Monas. Titik pembagian sembako jadi fokus utama pengamanan.
Kamis, 30 April 2026 - 22:00 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah bersiap mengamankan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).

Sebanyak 24.980 personel diterjunkan untuk memastikan jalannya kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai unsur, mulai dari kepolisian, militer, hingga petugas pengamanan internal.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pengamanan ini merupakan langkah antisipatif mengingat tingginya potensi keramaian.

“Total ada 24.980 personel yang disiapkan, terdiri dari 15.575 personel Polri, 6.003 personel TNI, 1.002 dari Pemprov DKI, 400 Pamdal, dan 2.000 Sabuk Kamtibmas,” ujar Budi, Kamis (30/4/2026).

Pengamanan Difokuskan di Sejumlah Titik Strategis

Selain di kawasan Monas sebagai pusat kegiatan, aparat juga akan melakukan pengamanan di sejumlah titik lain. Di antaranya Gedung DPR/MPR RI dan kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemprov DKI Jakarta yang menjadi lokasi penyampaian aspirasi.

Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan langsung diimbau untuk menghindari area tersebut, mengingat potensi kepadatan tinggi serta rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional.

“Karena akan ada peningkatan aktivitas dan kepadatan, kami mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan tersebut jika tidak ada keperluan mendesak,” jelas Budi.

Distribusi Sembako Jadi Titik Paling Krusial

Salah satu fokus utama pengamanan berada di titik distribusi sembako yang diperkirakan akan menjadi pusat kerumunan massa. Aparat menilai titik ini memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga perlu pengawasan ekstra.

Wakapolda Metro Jaya, Dekananto Eko Purwono, menegaskan bahwa setiap titik pembagian sembako akan dijaga ketat oleh personel gabungan.

“Setiap titik distribusi sembako akan dijaga oleh sekitar 2.000 personel gabungan TNI dan Polri. Ini menjadi titik yang sangat vital,” ujarnya.

Pengaturan Massa Dilakukan Secara Humanis

Pengamanan tidak hanya berfokus pada pengendalian situasi, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis. Aparat diminta mengatur pergerakan massa secara terarah, mulai dari titik kedatangan hingga area kegiatan.

Pengaturan dilakukan di beberapa titik penting, seperti:

  • Area drop-off peserta

  • Jalur masuk Silang Monas

  • Area panggung utama

  • Titik kumpul massa

  • Jalur pergerakan peserta

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan massa yang berpotensi memicu gangguan keamanan maupun keselamatan.

Antisipasi Kehadiran Presiden dan Kondisi Darurat

Pengamanan juga diperketat dengan mempertimbangkan kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia di lokasi acara. Aparat diminta melakukan sterilisasi area tertentu dan berkoordinasi dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Selain itu, jalur evakuasi dipastikan dalam kondisi steril dan siap digunakan sewaktu-waktu jika terjadi keadaan darurat.

Tim kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kondisi, seperti:

  • Kelelahan peserta

  • Dehidrasi

  • Gangguan kesehatan mendadak

  • Kepadatan massa

Waspada Potensi Gangguan Keamanan

Selain aspek keselamatan, aparat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan. Beberapa risiko yang diantisipasi antara lain tindak kriminal seperti pencopetan hingga potensi penyusupan oleh provokator.

Pengawasan dilakukan secara ketat di berbagai titik, termasuk:

  • Area kerumunan

  • Jalur keluar masuk

  • Kantong parkir

“Perkuat deteksi dini dan koordinasi lintas fungsi agar potensi kerawanan bisa diantisipasi sejak awal,” tegas Dekananto.

Lalu Lintas Diatur dan Kepulangan Massa Dikendalikan

Untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat, arus lalu lintas akan diatur secara situasional. Aparat juga menyiapkan skema pengendalian saat kepulangan massa guna menghindari kemacetan dan penumpukan.

Peserta akan diarahkan kembali ke titik penjemputan dan kantong parkir secara bertahap.

Selain itu, disediakan titik informasi bagi peserta yang terpisah dari rombongan, lengkap dengan mekanisme pelaporan dan bantuan cepat.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan seluruh rangkaian peringatan May Day 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa mengganggu aktivitas publik secara luas. (ars/nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:19
01:18
05:01
01:45
01:05
01:11

Viral