- BPKH
Jemaah Terima Uang Saku 750 Riyal, BPKH Cairkan Living Cost Haji 2026 Lewat One Stop Service
Jakarta, tvOnenews.com - Distribusi uang saku atau living cost bagi jemaah haji Indonesia telah dilakukan secara bertahap di berbagai embarkasi.
Menuju puncak keberangkatan gelombang I 2026, upaya ini menjadi bagian dari rangkaian layanan jamaah menuju ke Tanah Suci.
Salah satu proses tersebut berlangsung di Embarkasi Solo sejak beberapa waktu lalu. Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari pelayanan terpadu kepada jemaah sebelum keberangkatan.
Misalnya saat jemaah calon haji Kloter 6 asal Brebes tiba di Asrama Haji Donohudan untuk menjalani tahapan persiapan. Setibanya di lokasi, mereka langsung mengikuti rangkaian layanan, termasuk penerimaan uang saku.
Proses distribusi berjalan tertib, lancar, dan kondusif. Petugas memastikan setiap jemaah memperoleh haknya sesuai ketentuan sebagai bentuk komitmen pelayanan.
Setiap jemaah menerima uang saku sebesar 750 riyal Arab Saudi per orang. Dana ini digunakan sebagai bekal selama di Tanah Suci, baik untuk kebutuhan harian maupun pembayaran DAM.
Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji, Sulistyowati, menyampaikan bahwa pengelolaan dana haji dilakukan secara amanah dan profesional sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh jemaah.
"BPKH diamanahkan untuk mengelola keuangan haji, dan dana haji terus tumbuh. Pada tahun 2025, BPKH memperoleh nilai manfaat sekitar Rp12 triliun dengan dana kelolaan total Rp180 T."
"Nilai manfaat tersebut didistribusikan kepada jemaah tunggu maupun jemaah yang berangkat. Selain itu, jemaah juga mendapatkan uang saku atau living cost sebesar 750 Riyal Arab Saudi yang dapat digunakan sebagai bekal operasional selama berada di Tanah Suci."
Manfaat distribusi tersebut dirasakan langsung oleh jemaah. Salah satu peserta dari embarkasi Solo, Hardiyanto, menyebut uang saku tersebut sangat membantu selama menjalankan ibadah.
"Sangat membantu kami, terutama untuk membayar DAM dan sebagai pegangan selama berada di Arab Saudi."
Pada penyelenggaraan haji 2026, jemaah juga mendapatkan layanan One Stop Service di embarkasi. Sistem ini mengintegrasikan seluruh proses pelayanan dalam satu lokasi.
Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan, perekaman data, pemasangan gelang identitas, verifikasi dokumen nusuk, hingga penyaluran uang saku.
Dengan sistem pelayanan yang terintegrasi dan terencana, pemerintah berharap proses keberangkatan jemaah haji Indonesia dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga tiba di Tanah Suci. (rpi)